Studi: Konsumsi Telur dengan Jumlah Tertentu Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
Para peneliti mengungkapkan fakta menarik mengenai seseorang yang suka mengkonsumsi telur bisa menin
Menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh bisa diawali dengan mengonsumsi makanan yang mengandung sumber vitamin. Bisa berasal dari sumber alami, mengonsumsi makanan dengan vitamin yang baik bagi tubuh dapat mengurangi risiko beberapa penyakit berbahaya. Tak hanya itu, makanan yang kaya akan vitamin tertentu juga bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
Apalagi tubuh wanita setiap bulannya mengalami menstruasi yang biasanya akan memengaruhi hormon dan kondisi tubuh. Supaya tetap sehat dan kebutuhan vitamin tercukupi saat tamu bulanan datang, rutinlah mengonsumsi makanan alami dari usia muda. Kira-kira apa saja makanan yang mengandung vitamin dan fungsinya bagi tubuh?
Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
- Vitamin E
Pilihan makanan yang kaya akan vitamin E di antaranya berasal dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak nabati. Vitamin E sendiri bisa larut dalam lemak yang berfungsi sebagai antioksidan tubuh menjadi metabolisme dalam tubuh kita.
- Vitamin A
Rekomendasi buah dan sayuran yang mengandung vitamin A di antaranya ada mangga, labu, melon, dan wortel. Kebaikan Vitamin A dalam tubuh kita yaitu untuk meningkatkan sistem imun tubuh, reproduksi, kelancaran sel-sel dalam organ tubuh, dan penglihatan.
- Vitamin D
Seringnya, vitamin D banyak ditemukan pada susu. Manfaat Vitamin D yaitu untuk membantu menyerap kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Penting sekali untuk rutin minum susu bagi Ibu hamil dan menyusui.
- Vitamin K
Kamu bisa rutin mengonsumsi aneka sayuran hijau, margarin, dan kubis. Kandungan Vitamin K berfungsi untuk memproduksi protein yang ditemukan dalam darah serta membentuk tulang.
- Vitamin B
Pilihan sayuran seperti rebung, buncis, brokoli, alpukat, pisang, dan apel dikenal sebagai makanan yang tinggi Vitamin B. Batas konsumsi untuk perempuan sekitar 19 tahun, konsumsilah Vitamin B 1,1 mg/hari dan 1,5 mg/hari jika usiamu sekitar 50 tahun