Studi: Konsumsi Telur dengan Jumlah Tertentu Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
Para peneliti mengungkapkan fakta menarik mengenai seseorang yang suka mengkonsumsi telur bisa menin
Tidak sedikit yang menjadikan jus jeruk sebagai menu sarapan. Alasannya karena kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi sangat direkomendasi untuk kesehatan.
Namun, bukan berarti mengonsumsi jus jeruk tidak memiliki dampak negatif bagi sistem pencernaan. Ada kandungan fruktosa-gula di dalam buah yang tidak baik bagi tubuh.
Mengutip Express, penelitian dari Universitas Princeton di Amerika Serikat menemukan minuman manis dan makanan tinggi gula olahan akan membanjiri usus kecil dan tumpah ke hati untuk diproses.
Jika belum makan lalu meminum yang manis, usus kecil tidak sempurna mengolahnya. Itu mengapa meminum jus jeruk sebelum makan bisa berdampak tidak baik untuk hati.
Jika masalahnya sudah parah, malahan bisa menyebabkan obesitas dan diabetes. Yang paling berakibat fatal adalah menimbulkan penyakit hati berlemak.
"Ada perbedaan fisiologis yang mendasar terkait jumlah gula yang lebih kecil dan lebih besar diprosesnya dalam tubuh," kata Joshua D Rabinowitz.
Menurut Joshua, fruktosa dari buah-buahan dalam jumlah sedang tidak akan mencapai hati. Tapi jika terlalu banyak, itu akan mengakibatkan masalah kesehatan.
Sebagai ilustrasinya, usus kecil akan kesulitan mengolah gula jika konsumsi sekaleng minuman soda atau segelas besar jus jeruk. Ketika fruktosa berlebih dan tidak terserap, alirannya akan ke usus besar dan bisa bersentuhan dengan mikrobioma.
"Mikrobioma dirancang untuk tidak pernah melihat gula. Orang dapat makan karbohidrat dalam jumlah banyak, dan tidak akan ada molekul yang masuk ke mikrobioma," tutur Rabinowitz.
"Tapi begitu Anda minum soda atau jus, mikrobioma melihat nutrisi yang sangat kuat yang dirancang untuk tidak terlihat," imbuhnya.