Studi: Konsumsi Telur dengan Jumlah Tertentu Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
Para peneliti mengungkapkan fakta menarik mengenai seseorang yang suka mengkonsumsi telur bisa menin
Hiperpigmentasi dapat muncul pada semua jenis kulit. Ini adalah masalah yang membuat kondisi warna kulit jadi tidak merata. Biasanya muncul bintik hitam atau bercak gelap.
Mengutip Medical News Today, hiperpigmentasi bisa dialami oleh siapa saja. Meski begitu, tidak ada efek bahaya dari masalah ini. Cuma memang membuat yang mengalaminya menjadi tidak nyaman dengan penampilan sendiri.
Hiperpigmentasi memiliki beragam jenis. Mulai dari age spot, yang muncul untuk orang berusia 40 hingga 50 tahun. Produksi melanin dalam tubuh ketika melindungi dari paparan sinar matahari bisa membuat bintik atau bercak hitam di kulit muncul. Untuk jenis ini biasanya muncul di bagian yang terpapar langsung sinar matahari.
Ada pula hiperpigmentasi dengan jenis melasma. Di mana muncul bercak gelap pada kulit ketika seseorang sedang mengalami perubahan hormonal. Ini biasa dialami ketika dalam masa kehamilan.
Hiperpigmentasi jenis ini biasanya muncul di bagian dahi, wajah, leher, dan perut. Melasma akan hilang dengan sendirinya usai melahirkan. Mereka yang mengonsumsi pil KB juga disebut bisa mengalami masalah ini.
Hiperpigmentasi juga bisa muncul setelah orang mengalami inflamasi pada tubuh. Gejala awalnya muncul bintik atau bercak gelap setelah kulit meradang, seperti jerawat dan eksim.
Hiperpigmentasi bisa dikurangi risikonya dengan lebih dulu mengetahui jenisnya. Misalnya Anda tidak mengorek wajah ketika sedang berjerawat. Menghindari kulit dari paparan sinar matahari juga diperlukan.
Jika Anda terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan, bisa menggunakan tabir surya SPF30 atau yang lebih tinggi. Dan yang terakhir adalah menggunakan serum vitamin C sehingga menekan produksi melanin kulit.