Kartini Media
Ilustrasi kentang. Foto: Freepik

Kontroversi Konsumsi Kentang, Ini Cara yang Benar agar Sehat untuk Tubuh

Kentang merupakan sayuran yang memiliki kontroversi. Kentang dianggap bisa meningkatkan berat badan dan mengandung lemak tinggi.

Dari perspektif nutrisi, kentang makanan sehat bagi menjalani diet. Kentang merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat makanan, serta vitamin dan mineral tertentu.

Dr. Renuka Dang, ahli gizi di Rumah Sakit Pelangi Global, Agra, kepada IndiaToday.in mengatakan kentang sering dijuluki sebagai penjahat dalam dunia nutrisi karena ketika orang melihat kentang, mereka mengasosiasikannya dengan gorengan dan karenanya meningkatkan berat badan.

"Kentang mengandung vitamin C, zat besi, magnesium dan fosfor dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Ini tidak buruk sama sekali. Sekitar 200 hingga 150 gram kentang memiliki 150 kalori,” kata Renuka Dang.

“Kentang tidak mengandung lemak. Kentang memiliki banyak kandungan air. Tapi kentang mengandung banyak karbohidrat, jadi Anda harus sedikit berhati-hati dengan hal itu," lanjut Renuka Dang.

Renuka Dang menyarankan tidak memakan kentang dengan nasi karena membuat makanan tersebut menjadi sangat tinggi karbohidrat.

Cara terbaik untuk menikmati kentang, menurut ahli, adalah dengan merebusnya bersama sayuran dan salad dalam porsi kecil.

Selain itu, kentang sebaiknya tidak disandingkan dengan makanan kaya protein.

Menurut Renuka Dang, makanan kaya akan pati tidak boleh dipasangkan dengan protein karena keduanya tidak dapat dicerna bersamaan.

Jadi, berapa banyak kentang bisa dikonsumsi dalam seminggu?

"Anda bisa makan satu kentang berukuran sedang tanpa rasa bersalah setiap hari. Anda bisa merebusnya atau mencampurkannya dengan sayuran, tetapi saya tidak merekomendasikan kentang goreng," kata Renuka Dang.(*)

Artikel Terkait