MBG di Lubuk Linggau Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Penguatan Pangan Daerah
Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sejak dini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan
Purworejo, Jawa Tengah (10/11) - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk memperluas penerima manfaat. Dalam kegiatan sosialisasi dan penguatan pelaksanaan MBG di Kabupaten Purworejo, sejumlah tokoh menyampaikan komitmen untuk memastikan program ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Tietha Ernawati Suwarto, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mendorong percepatan implementasi program MBG agar seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo dapat merasakan manfaatnya secara merata. Pengetahuan gizi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Pemahaman yang baik tentang gizi seimbang akan membantu kita dalam memilih asupan makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menunjang pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta produktivitas kerja,” ujar Tietha Ernawati saat sosialisasikan program MBG di Purworejo (9/11).
Tietha juga menekankan pentingnya pembangunan Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) yang dirancang dengan baik sebagai langkah strategis mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi. Selain itu, beliau mengingatkan para mitra pelaksana untuk memperhatikan setiap aspek dalam proses pelaksanaan program.
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. Anak-anak dengan rentang usia 6-12 tahun merupakan aset masa depan bangsa yang memiliki potensi besar dalam melanjutkan pembangunan Indonesia.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing untuk menjawab tantangan dimasa depan.