Sosialisasi Program MBG Perkuat Komitmen Peningkatan Gizi dan Perekonomian Lokal di Makassar
Program MBG mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku usaha dalam ran
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) berkolaborasi dalam memerangi Judi Online (judol). Melalui Kemenpora dan Komdigi, pemerintah melakukan sosialiasi dan mengajak pemuda untuk berdiskusi terkait fenomena ini.
Program kegiatan yang ditunjukan untuk para pemuda ini dinamakan ‘Klub Berkawan Chapter Daerah’. Kegiatan ini dgelar di Jabarano Coffee – Javan Leopard 2.0 Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 11 Desember 2024.
Kolaborasi ini merupakan langkah serius pemerintah dalam memerangi maraknya ‘Judi Online’ yang banyak menggerus para pemuda khususnya Generasi Z (Gen Z).
Acara ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Andi Susanto, turut hadir juga perwakilan Komdigi. Tak hanya itu saja, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akademisi, komunitas, organisasi kepemudaan dan mahasiswa juga menjadi bagian dalam kegiatan ini.
Tujuan utama dari kegiatan Klub Berkawan Chapter Bandung untuk menyadarkan pemuda terkait bahaya judi online. Pemerintah juga hadir untuk mewadahi pemimpin-pemimpin muda daerah untuk berdiskusi, berelasi, dan memberikan aspirasinya.
Menurut data Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) jumlah anak bermain judi online terbanyak di tingkat provinsi terjadi di wilayah Jawa Barat dengan jumlah mencapai 41.000 anak bermain judi online. Jika dijumlahkan transaksi tersebut mencapai 459.000 kali transaksi dengan total transaksi sebesar Rp3,8 triliun.
Bila mengacu pada data tersebut, angkanya jelas cukup mengkhawatirkan jika terus dibiarkan saja apalagi yang menjadi sasaran adalah generasi muda. Untuk itu pemerintah hadir dengan maksud menyadarkan generasi muda ke arah yang positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistis (BPS) pada tahun 2023, jumlah pemuda di Indonesia sekitar 65 juta jiwa atau 24 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Besarnya populasi pemuda saat ini dapat menjadi kesempatan dan ancaman sekaligus bagi pembangunan bangsa Indonesia.
Bila negara tidak berhasil memberdayakan dan melibatkan peran pemuda, maka akan menjadi ancaman bagi bangsa karena dapat meningkatkan pengangguran yang menyebabkan tingginya angka kemiskinan, kriminalitas, dan persoalan-persoalan lainnya.
Fenomena ternyata terjadi akibat kemajuan teknologi atau internet yang semakin berkembang. Mengacu pada survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2023 tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5 persen dari total penduduk Indonesia. Penyumbang pengguna internet terbesar juga disebabkan oleh kelompok generasi Z sebesar 87,02 persen.
Umumnya generasi tersebut menghabiskan 97 persen waktunya berselancar di dunia maya yang tidak sedikit dari mereka singgah di situs-situs judi online dan 80 persen diantaranya masyarakat berpenghasilan rendah dengan total transaksi mencapai Rp600 triliun.
Program ini ternyata mendapat apresiasi dari para pemuda setempat. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari perwakilan pemimpin muda daerah yang berasal dari Komunitas, Organisasi, Instansi Kepemudaan, dan Badan Ekskutif Mahasiswa.(*)