MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Batam, Riau (2/12) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi lokal di Kota Batam. Pernyataan ini disampaikan pemerintah dalam kegiatan sosialisasi program yang digelar di Aula SMK Negeri 5 Batam, pada Minggu, (30/11). Sosialisasi ini berbasis pendekatan kearifan lokal, pelibatan UMKM, koperasi, BUMDes, serta produsen pangan local yang menjadi pilar penting dalam pelaksanaan MBG.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyatakan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk menyehatkan anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Pemerintah telah merancang program MBG dengan memberikan manfaat keberlanjutan bagi masyarakat.
“Program ini bukan hanya menyehatkan anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi akar rumput,” tutur Nihayatul Wafiroh saat sosialisasikan program MBG di Batam.
Lebih lanjut, Nihayatul menjelaskan bahwa pemanfaatan produk pangan local mulai dari ikan, sayur, hingga buah bukan hanya memastikan kesegaran bahan, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih besar bagi pelaku usaha kecil. Dengan sistem rantai pasok yang berbasis komunitas, perputaran ekonomi dipastikan lebih merata dan berkelanjutan.
Kemudian, Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan BGN, Imam Bachtiar Farianto, mengungkapkan bahwa BGN telah menyiapkan tata kelola penyediaan pangan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal secara strategis. Melalui kerja sama dengan petani, nelayan, dan UMKM, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memastikan standar gizi terpenuhi.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita pastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi demi masa depan yang lebih sehat dan unggul,” jelas Imam.
Anggota DPRD Kepulauan Riau, Suigwan, yang hadir dalam kegiatan, menambahkan bahwa semangat masyarakat Kepri sangat tinggi dalam mendukung program ini karena manfaat ekonominya yang nyata. Pelaku usaha lokal disebut semakin siap terlibat dalam penyediaan bahan pangan untuk sekolah-sekolah dan kelompok prioritas.
Ia menyampaikan, “Program ini bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga memperkuat UMKM lokal dan rantai pasok pangan daerah.”
Melalui pendekatan pemberdayaan ini, MBG di Batam diproyeksikan menjadi salah satu model implementasi yang mampu menggabungkan aspek kesehatan dan ekonomi secara seimbang. Dengan pelibatan komunitas lokal, program ini tidak hanya menyehatkan generasi muda, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat akar rumput.