MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Gianyar, Bali (1/12) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi komunitas lokal. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi MBG yang digelar di Desa Guwang, Kabupaten Gianyar, pada Minggu (30/11).
Sosialisasi program MBG yang digagas DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ini menghadirkan Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta, perwakilan BGN Gede Krisna Udiana, dan Dewa. Dalam kesempatannya, para narasumber kompak menekankan bahwa MBG dirancang sebagai program multisektor yang menguatkan gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam paparannya, Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta menegaskan bahwa DPR mendukung penuh pelaksanaan MBG sebagai bagian dari kebijakan nasional yang harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kita ingin program ini tidak hanya menyentuh aspek gizi, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Ketika pangan lokal terserap, maka dampaknya akan dirasakan petani, peternak, dan nelayan kita,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Perwakilan BGN, Gede Krisna Udiana mengingatkan bahwa distribusi informasi mengenai program ini harus jelas agar masyarakat memahami bahwa MBG juga membuka peluang ekonomi baru. Ia mengatakan, “Dengan adanya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tenaga lokal bisa dilibatkan. Ini membuka lapangan kerja baru yang menggerakkan ekonomi rumah tangga di desa.” Jelas Gede.
Ia menambahkan bahwa sistem komunikasi publik perlu diperkuat agar masyarakat mengetahui saluran resmi untuk menyampaikan masukan maupun apresiasi.
Penjelasan lebih mendalam disampaikan Dewa dari BGN, yang menekankan bahwa bahan pangan untuk penyediaan menu MBG sebagian besar diprioritaskan berasal dari sumber lokal.
“Petani, nelayan, dan peternak lokal menjadi pemasok utama bahan pangan. Koperasi dan BUMDes kita libatkan untuk menggerakkan rantai pasoknya agar manfaat ekonomi berputar di daerah,” katanya.
Menurutnya, penyediaan pangan lokal bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan kepada masyarakat berkualitas dan segar. Selain itu, dengan pelibatan tenaga lokal di dapur SPPG, program MBG memberi kontribusi pada penyerapan tenaga kerja, terutama perempuan di wilayah pedesaan.
Kegiatan sosialisasi di Bali ini menegaskan bahwa MBG adalah program yang memberikan manfaat holistik: meningkatkan asupan gizi, membuka peluang ekonomi baru, memperkuat UMKM sektor pangan, serta mendorong ketahanan pangan lokal. Dengan pendekatan penyediaan yang berbasis komunitas, pemerintah berharap MBG menjadi mesin penggerak ekonomi desa, sekaligus memastikan generasi muda tumbuh sehat dan produktif.