Sosialisasi Program MBG Perkuat Komitmen Peningkatan Gizi dan Perekonomian Lokal di Makassar
Program MBG mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku usaha dalam ran
Wonosobo, Jawa Tengah (28/11) - Program Makan Bergizi (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pemerintah dan mitra kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang tepat. Kegiatan ini menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan yang baik. Hal itu disampaikan tim sosialisasi program MBG dihadapan ratusan warga Wonosobo Kamis, (27/11).
Anggota Komisi IX DPR RI, Nafa Indria Urbach, dalam paparannya menyampaikan bahwa MBG adalah program yang disiapkan secara serius dengan pengawasan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa edukasi merupakan komponen yang sangat penting agar masyarakat memahami esensi program.
“Sosialisasi MBG bukan hanya penjelasan teknis. Ini adalah upaya untuk mengajak masyarakat memahami bahwa gizi seimbang merupakan pondasi bagi tumbuh kembang generasi masa depan,” ucap Nafa Indria Urbach melalui video daring.
Ia menambahkan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Setiap masukan dari masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam proses perbaikan berkelanjutan. “Program ini harus terus dievaluasi agar semakin efektif. Masukan masyarakat menjadi bahan utama untuk pembenahan di lapangan,” jelasnya.
Tenaga Ahli BGN, Teguh Suparngadi, juga menyoroti bahwa isu gizi merupakan perhatian global dan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa MBG dibangun berdasarkan prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan, sehingga masyarakat tidak hanya menerima makanan, tetapi juga memahami standar gizi yang tepat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap makanan yang disediakan bukan sekadar mengenyangkan, tetapi memberikan manfaat kesehatan jangka panjang,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Wonosobo Barat, S. Samiyo, menyampaikan bahwa keberadaan program ini membawa dampak positif bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Menurutnya, selain memberi manfaat kesehatan, program ini turut melibatkan pelaku usaha lokal sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah. “Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal menjadi kekuatan utama program ini. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi,” ungkapnya.
Dengan semakin luasnya sosialisasi MBG, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya gizi seimbang sekaligus berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program yang menjadi salah satu langkah strategis menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif.