Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Empat Sikap yang Dianjurkan agar Anak Tak Mempunyai Sifat Manja

 

Mengajarkan anak agar selalu menuruti keinginannya ternyata tidak baik jika terus dibiarkan. Setiap anak sejatinya mempunyai sifat egois dan menang sendiri. Untuk itu para orang tua mempunyai peranan penting dalam pola mengasuh anak agar sang buah hati tak terlalu mempunyai sifat manja yang berlebih.

Dikutip dari Parents, penulis A Practical Guide for Raising a Self-Directed and Caring Child, Louis J. Lichtman memberikan penjelasan mengenai tips-tips dalam memperlakukan anak agar tak terlalu mempunyai sifat manja (spoiled).

“Anda merugikan anak jika mereka tumbuh dengan anggapan bahwa dunia berputar di sekitar mereka,” ujar Louis J. Lichtman.

Menurutnya, penting bagi orangtua untuk membentuk sikap anak sejak dini agar tidak berkembang menjadi pribadi yang sulit menghadapi kenyataan. Orangtua yang terlalu sering menuruti keinginan anak atau tidak menetapkan batasan yang jelas berisiko membentuk perilaku yang egois dan kurang disiplin.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, kurangnya aturan dan konsistensi dalam pengasuhan dapat membuat anak sulit mengontrol diri serta cenderung bertindak impulsif.

Berikut ada 4 cara yang disarankan para ahli untuk mencegah anak agar tak manja:

1.Jangan selalu menuruti keinginan anak

Orangtua tidak perlu merasa bersalah saat tidak bisa memenuhi semua keinginan anak. Penting untuk membantu anak memahami bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah.

“Membantu anak menerima bahwa mereka tidak akan mendapatkan semua yang mereka inginkan adalah pelajaran hidup yang penting,” kata terapis keluarga Karen Ruskin.

Menunjukkan empati terhadap perasaan anak tetap penting, tetapi tanpa harus selalu mengabulkan permintaannya. Jika anak sudah berusia enam tahun dan menginginkan sesuatu, mengajak mereka patungan untuk membeli barang tersebut dapat menjadi alternatif cara.

2. Jangan menyerah pada tantrum

Tantrum sering kali muncul karena anak belajar bahwa cara tersebut efektif untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Jika orangtua terus mengalah, anak akan mengulang perilaku tersebut. Sebaliknya, orangtua perlu tetap tenang dan tidak memberi respons berlebihan agar anak belajar bahwa tantrum bukan cara yang efektif.

3. Ajarkan kesabaran sejak dini

Anak perlu belajar bahwa tidak semua hal bisa didapatkan secara instan. Membiasakan anak menunggu atau menabung untuk mendapatkan sesuatu dapat membantu membangun disiplin dan menghargai proses.

“Anak perlu memahami bahwa tidak semua keinginan bisa dipenuhi saat itu juga,” ucap Ruskin.

Menurutnya, kemampuan menunda keinginan merupakan keterampilan penting yang akan membantu anak dalam mengelola emosi dan mengambil keputusan di kemudian hari.

4. Beri apresiasi, bukan hadiah berlebihan

Memberikan pujian atas usaha anak dinilai lebih efektif dibandingkan selalu memberi hadiah. Cara ini dapat membantu anak membangun motivasi dari dalam diri, bukan bergantung pada imbalan.

“Anak yang terus-menerus diberi hadiah bisa kehilangan dorongan alami untuk berusaha,” jelas Amy McCready, pendiri Positive Parenting Solutions.

Sebaliknya, apresiasi yang spesifik terhadap usaha anak dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mendorong mereka untuk terus berkembang.

Artikel Terkait