Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Lupa Baca Niat Sebelum Puasa, Apa Hukumnya? Simak Penjelasannya

Pernahkan anda lupa membaca niat puasa dimalam hari atau sebelum waktu imsak tiba? Lalu apa hukumnya? Berikut ini adalah penjelasan dari ahli urusan agama apabila anda lupa membaca niat puasa.

Beberapa orang mungkin bisa benar-benar lupa untuk niat puasa Ramadhan, hingga ia baru menyadari hal itu pada siang hari ketika sedang berpuasa. Dengan penjelasan ini semoga bisa membantu anda dalam menjalankan ibadah puasa bulan ramadan ditahun 2026 ini.

Dikutip dari Kompas.com berikut ini adalah penjelasan ahli soal hukum niat puasa Ramadhan. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat mengatakan, kedudukan niat sangat fundamental. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

“Hadis ini menjadi kaidah besar dalam seluruh pembahasan fikih,” kata Arsad.

Secara khusus dalam puasa wajib, terdapat hadis yang lebih tegas dengan berbunyi: “Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi).

Arsad menyampaikan, Mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali memahami hadis tersebut sebagai kewajiban berniat pada malam hari sebelum terbit fajar untuk puasa wajib seperti Ramadhan.

Menurut pandangan Imam al-Syafi'i, setiap hari puasa Ramadhan adalah ibadah yang berdiri sendiri, sehingga niatnya pun harus diperbarui setiap malam.

“Sebagian ulama Maliki membolehkan satu niat di awal Ramadhan untuk satu bulan penuh, selama tidak terputus oleh uzur seperti sakit, safar, dan haid,” ucap Arsad.

Namun demikian, mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti Mazhab Syafi’i, sehingga niatnya dianjurkan dilakukan setiap malam.


Jika seseorang benar-benar lupa berniat hingga terbit fajar dan ia tidak memiliki kesadaran sama sekali di malam hari untuk berpuasa esoknya, maka puasanya pada hari itu tidak sah sebagai puasa Ramadhan menurut pendapat mayoritas.

Artikel Terkait