Kartini Media
Ilustrasi duka cita. Foto: Freepik

Ada 5 Kematian Pemimpin Negara Paling Tragis di Dunia, Ada Ditembak Saat Menonton Pertunjukan

Setiap kegiatan yang dijalani pemimpin negara atau dunia pasti menjadi sorotan masyarakat. Terlebih, jika ada suatu peristiwa tragis menimpanya.

Jika sesuatu terjadi kepada pemimpin tersebut, maka seluruh perhatian akan tertuju padanya baik berasal dari negara yang dipimpinnya hingga seluruh dunia.

Ketika seorang pemimpin meninggal secara tak terduga memiliki konsekuensi lebih besar karena suatu negara tiba-tiba tanpa pemimpin dengan jendela kerusuhan.

Karenanya, para pemimpin selalu dikawal dan dijaga ketat oleh para pelindungnya. Meskipun begitu, ada beberapa pemimpin dunia tak bisa selamat dalam serangan. Bahkan, ada yang aksinya dilakukan secara tiba-tiba di depan banyak orang.

Berikut lima pemimpin negera tewas secara tragis melansir dari berbagai sumber:

Ilustrasi penembakan Abraham Lincoln. Foto: Getty Images

Abraham Lincoln 

Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat ke-16 banyak disanjung. Nahas, ia harus kehilangan nyawa saat menonton pertunjukan teater, di Ford’s Theatre pada 14 April 1865 pukul 22.00 malam.

Presiden yang terkenal sebagai Bapak Demokrasi dan Anti Perbudakan ini dibunuh oleh John Wilkes Booth. Pria itu tega membunuh Lincoln dengan menembak kepalanya dari belakang.

Diketahui, ia sudah merencanakan aksinya dengan tujuan membuat pemerintahan kacau balau. Peristiwa itu mengakibatkan Presiden Lincoln langsung jatuh tersungkur karena mengalami luka sangat parah.

Meski dibawa ke Petersen’s Boarding House untuk mendapat pertolongan serta perawatan, Lincoln mengembuskan napas terakhir pada pagi setelah kejadian tersebut.

Ilustrasi penembakan John. F. Kennedy. Foto: Getty Images

 John F. Kennedy

Tak hanya Lincoln, presiden Amerika Serikat lainnya mengalami kejadian serupa adalah John F. Kennedy. Presiden ke-35 AS ini ditembak saat berada di dalam mobil bersama istrinya dan Gubernur Texas, pada 22 November 1963.

Pelaku penembakan adalah Lee Harvey Oswald merupakan seorang mantan Marinir Amerika Serikat. Kennedy langsung tewas 30 menit setelah insiden tersebut.

Sementara itu, Gubernur Texas pulih setelah mengalami luka serius. Oswald berhasil ditangkap Departemen Kepolisian Dallas 70 menit setelah penembakan.

Oswald dijatuhi hukuman oleh pengadilan negara bagian Texas atas kasus pembunuhan. Selang dua hari saat pria tersebut dipindahkan ke penjara, ia ditembak mati di Markas Besar Kepolisian Dallas oleh pemilik klub malam, Jack Ruby.

Meski begitu, kebenaran kasus pembunuhan Kennedy masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Moammar Khadafi. Foto: Getty Images

Moammar Khadafi

Pada Kamis, 20 Oktober 2011 diktator Libya, Muammar Khadafi tewas setelah bersembunyi dari pasukan oposisi yang disebut tentara Transisi Nasional Libya (NTC).

Pemimpin Libya yang berkuasa selama 42 tahun menjadi buronan setelah pengadilan pidana internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan dirinya atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Semasa hidup Khadafi terkenal hidup bergelimang harta. Saat rakyat melakukan demonstrasi besar-besaran disebut “Arab Spring”, Khadafi justru mengarahkan pasukan militer membunuh mereka.

Pasukan oposisi melihat hal itu geram hingga akhirnya terjadi perang saudara antara tentara Khadafi melawan pasukan oposisi.

Para pemberontak berhasil menguasai ibu kota Tripoli, menyebabkan Khadafi dipukul mundur hingga ke bagian barat Libya.

Benito Mussolini memeriksa pasukannya. Foto: Istimewa

Benito Mussolini

Benito Mussolini merupakan salah satu diktator asal Italia. Ia melakukan berbagai kejahatan terhadap manusia, seperti menggunakan gas mustard turut menewaskan 100.000 orang di Ethiopia hingga membuat 300.000 orang Yunani mati kelaparan.

Kematiannya terjadi saat ia ditugaskan memimpin suatu negara boneka milik Jerman. Pada 1945, pihak sekutu terus menggempur pertahanannya, ditambah ada pemberontakan besar-besaran oleh oposisi.

Karena tak bisa membendungnya, Mussolini melarikan diri bersama kekasihnya. Namun, setelah dua hari melakukan pelarian, lelaki ini ditangkap dan langsung dihukum mati keesokan harinya.

Pada awalnya, mayat keduanya telah dikuburkan. Akan tetapi, para pemberontak mencurinya dan langsung digantung terbalik. Para warga meneriaki, menembaki, dan melemparinya dengan batu hingga wajahnya hancur.

Mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto. Foto: Getty Images

Benazir Bhutto

Pada 27 Desember 2007, mantan Perdana Menteri Pakistan dan pemimpin perempuan pertama terpilih secara demokratis di sebuah negara Islam dibunuh.

Ia adalah Benazir Bhutto, dikenal sebagai tokoh yang kokoh bertahan di tengah panasnya politik Pakistan. Bhutto diketahui tak mudah terpengaruh oleh korupsi politik dan ekstremisme Islam di negara itu.

Namun, setelah dipecat dari jabatannya pada 1996, ia dan suaminya, Asif Ali Zardari, justru menghadapi tuduhan penerimaan suap jutaan dolar dan pencucian uang melalui bank Swiss.

Setelah diasingkan Bhutto pun kembali ke Pakistan dan berencana berpartisipasi dalam pemilihan umum 2008.

Saat Bhutto sedang menemui pendukungnya, ia terkena ledakan bom mobil dan meninggal keesokan harinya.(*)

Artikel Terkait