Kartini Media
Maudy Ayunda. Foto: Pinterest.

Maudy Ayunda Akui Ada Perspektif yang Terlewat dalam Konten Mindfulness

Maudy Ayunda memilih melakukan evaluasi setelah konten mengenai mindfulness yang diunggahnya di YouTube memicu perdebatan di media sosial. Aktris sekaligus penyanyi itu kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah memahami berbagai respons publik terhadap materi yang dibuatnya.

Kontroversi bermula dari video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026. Dalam video tersebut, ia membahas cara menghadapi derasnya informasi, khususnya pemberitaan buruk, agar kondisi emosional tetap terkelola.

Maudy antara lain menceritakan upayanya mengatur sumber informasi yang dikonsumsi, memilih bacaan, serta berdiskusi dengan orang yang dianggap memahami persoalan tertentu. Menurutnya, cara tersebut membantunya menghadapi tekanan akibat paparan berbagai berita.

Namun, materi tersebut mendapat kritik dari sebagian warganet. Perdebatan terutama berkaitan dengan persoalan apakah seseorang memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil jarak dari berita ketika persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Setelah menerima berbagai respons, Maudy kemudian mengunggah pernyataan permintaan maaf melalui media sosial pada 20 September 2026.

"Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf," tulis Maudy.

Ia juga mengakui terdapat konteks yang belum cukup dipertimbangkan ketika menyampaikan pandangannya.

"Ada perspektif dan konteks yang belum cukup aku pertimbangkan, sehingga apa yang aku sampaikan terasa jauh dari realita dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang," lanjutnya.

Maudy kemudian menyinggung posisinya sebagai figur publik. Menurut dia, suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang dimiliki membawa tanggung jawab tersendiri ketika digunakan di ruang publik.

"Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar. Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri," ujarnya.

Ia juga menyadari bahwa permintaan maaf tidak otomatis menghapus kekecewaan yang telah muncul. Karena itu, Maudy menyatakan akan terus belajar dan berusaha menggunakan ruang publik yang dimilikinya secara lebih bijak pada masa mendatang.

Pernyataan tersebut sekaligus menutup rangkaian polemik yang berkembang setelah konten mindfulness miliknya mendapat perhatian luas di media sosial.

 

Artikel Terkait