Eriska Nakesya Melahirkan Anak Kedua Tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia
Bagi Eriska, kehadiran buah hati menjadi kabar bahagia yang melengkapi suasana peringatan 17 Agustus
Penggunaan makeup atau riasan wajah kini menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang, baik untuk bekerja maupun sekadar tampil percaya diri. Namun, tidak semua produk kosmetik cocok dengan seluruh jenis kulit. Pemilihan makeup yang tidak sesuai justru berisiko memicu iritasi, jerawat, hingga penyumbatan pori-pori dalam jangka panjang.
Melansir dari Kumparan.com Dokter kulit menyarankan agar konsumen memperhatikan label non-comedogenic pada kemasan produk, yang menandakan formula tersebut diformulasikan untuk tidak menyumbat pori-pori. Bagi pemilik kulit sensitif, produk berlabel hypoallergenic dan bebas pewangi atau fragrance-free juga lebih disarankan untuk meminimalkan risiko reaksi alergi pada kulit.
Selain memperhatikan label kemasan, mengenali kandungan bahan aktif dalam produk juga penting dilakukan. Beberapa bahan seperti alkohol dalam kadar tinggi, paraben, serta pewarna sintetis tertentu diketahui dapat memicu iritasi pada kulit yang sensitif. Sebaliknya, kandungan seperti hyaluronic acid, niacinamide, atau ekstrak lidah buaya dinilai lebih ramah karena memiliki sifat melembapkan dan menenangkan kulit.
Tahapan penggunaan makeup pun tidak kalah penting. Mengaplikasikan pelembap dan tabir surya sebagai dasar sebelum riasan dapat membentuk lapisan pelindung antara kulit dan produk kosmetik, sehingga mengurangi kontak langsung bahan kimia dengan kulit.
Membersihkan wajah secara menyeluruh setelah beraktivitas seharian juga menjadi kunci agar sisa makeup tidak menumpuk dan menyumbat pori-pori semalaman.
Selain itu, kebersihan alat makeup seperti spons dan kuas juga wajib diperhatikan. Alat rias yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang bakteri yang berisiko memicu jerawat maupun infeksi kulit.
Idealnya, kuas dan spons makeup dibersihkan setidaknya seminggu sekali menggunakan sabun pembersih khusus. Dengan memperhatikan kandungan produk, cara pemakaian, hingga kebersihan alat, risiko iritasi akibat makeup dapat ditekan tanpa harus mengorbankan penampilan.