Kartini Media
Ilustrasi perempuan Jepang merawat ketiak agar tidak bau. Foto: iStock

Penduduk Korsel dan Jepang Tidak Pernah Bau Ketiak, Ini Penyebabnya

Para idola asal Korea Selatan menari dan menyanyi di panggung hingga keringat bercucuran membasahi badan. Menjadi pertanyaan apakah keringat tersebut membuat mereka bau badan? Jawabannya tidak, idol Korea Selatan tidak bau badan.

Tidak hanya orang Korea Selatan, warga Jepang juga mengalami hal serupa.

Bau badan adalah masalah umum sangat bervariasi antar individu. Menariknya, warga Korea Selatan dan Jepang cenderung kurang memiliki bau badan dibandingkan penduduk wilayah lain.

Sebuah riset menganalisis pemicu kecenderungan warga Korea Selatan dan Jepang memiliki bau badan lebih sedikit ketimbang penduduk di negara lain.

Rahasia di balik berkurang bau badan orang Korea Selatan dan Jepang terletak pada gen disebut ABCC11, bertanggung jawab menentukan jenis keringat dihasilkan tubuh seseorang.

Dikutip dari Detik.com, ada dua jenis utama kelenjar keringat yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat encer dan tidak berbau, sedangkan kelenjar apokrin mengeluarkan zat lebih kental dan berbau.

Menariknya, gen ABCC11 mengontrol fungsi kelenjar apokrin. Varian ini sering ditemukan di kalangan warga Asia Timur, mengurangi produksi keringat berbau dengan membatasi aktivitas kelenjar apokrin.

Saat orang berkeringat, maka bukan hanya air yang dikeluarkan, melainkan garam, protein, dan senyawa lain. Bau badan muncul ketika bakteri di kulit memecah senyawa tersebut, sehingga melepaskan zat berbau dalam prosesnya.

Kelenjar apokrin banyak ditemukan di ketiak dan selangkangan menghasilkan keringat lebih banyak mengandung protein dan lipid. Senyawa inilah menjadi sarang bakteri. Dengan demikian, menyebabkan bau lebih kuat.

Hanya saja, varian gen ABCC11 memiliki kelenjar apokrin kurang aktif. Oleh karena itu, mereka memiliki gen tersebut menghasilkan lebih sedikit keringat penyebab bau badan.

Menurut seorang ahli epidemiologi genetik di University of Bristol bernama Day kepada Live Science, gen ABCC11 adalah penentu tunggal apakah seseorang menghasilkan bau ketiak ataupun tidak.

Secara lebih lanjut, Day menjelaskan bahwa kebanyakan orang Asia Timur dan hampir semua orang Korea dan Jepang serta tiga persen orang Eropa kekurangan gen ini.

Sehingga bisa disimpulkan penduduk Korea Selatan, Jepang, dan Asia Timur mengalami mutasi genetik membuat mereka tidak bau badan.

Kekurangan gen tersebut tidak mengubah jumlah produksi keringat. Mereka tetap berkeringat, namun keringatnya tidak bau.

Menurut Smithsonian Magazine, kekurangan gen tersebut membuat produksi asam amino lebih sedikit dalam keringat.

Asam amino dalam keringat adalah protein menghasilkan pertumbuhan bakteri. Bakteri inilah menghasilkan bau badan dari keringat.

Uniknya, meski tidak menghasilkan bau badan, warga Jepang dan Korea Selatan menggunakan deodorant dan produk anti-perspiran lainnya sebagai bentuk memelihara kebersihan pribadi.

Artikel Terkait