Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Sampo Saja Tidak Cukup, Dokter Ungkap Alasan Rambut Rontok Perlu Perawatan dari Dalam

Masalah rambut rontok kembali menjadi sorotan setelah seorang dokter, dr. I Made Cock Wirawan, melalui unggahannya di media sosial Threads menegaskan bahwa fungsi utama sampo hanyalah membersihkan kulit kepala, bukan mengatasi kerontokan secara mendalam.

Pernyataan tersebut kemudian banyak dibagikan ulang karena dianggap meluruskan kebiasaan panic buying produk perawatan rambut yang kerap dilakukan masyarakat begitu mendapati helai rambut rontok berlebih.

Dikutip dari Antara, Dokter Bedah Transplantasi Rambut Selebriti sekaligus pendiri klinik Crown, Dr. Mayank Singh, menjelaskan bahwa kerontokan berlebih umumnya dipicu kondisi tertentu seperti sakit, diet mendadak, pola makan buruk, perubahan hormon, hingga efek samping obat-obatan.

Perubahan tersebut mendorong sejumlah folikel rambut memasuki fase dorman lebih cepat dari ritme alaminya. Namun ia menegaskan folikel yang dorman tetap hidup, sehingga pertumbuhan rambut bisa kembali normal setelah akar masalahnya diatasi.

Dirangkum dari beberapa sumber, langkah penanganan yang direkomendasikan dokter kulit sepanjang 2026 itu bisa dilakukan mulai dari konsultasi untuk memastikan diagnosis akurat, memperbaiki pola makan dengan memperbanyak protein dan omega-3. Cara lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan menggunakan produk berbahan aktif seperti biotin atau kafein, memijat kulit kepala secara rutin untuk melancarkan sirkulasi darah, hingga mengelola stres dan menjaga waktu tidur berkualitas tujuh hingga delapan jam per malam.

Para ahli mengingatkan, kerontokan yang dibiarkan terlalu lama justru membuat kondisi rambut semakin sulit dipulihkan. Karena itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit apabila kerontokan mencapai lebih dari 150 helai per hari selama lebih dari delapan minggu, muncul area kebotakan tidak beraturan, atau disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem dan penurunan berat badan drastis, karena kondisi tersebut bisa jadi pertanda gangguan kesehatan yang lebih serius.

 

Artikel Terkait