Kartini Media
Koleksi Fall/Winter 2023 Sapto Djojokartiko. Foto: dok Sapto Djojokartiko

Koleksi Terbaru Sapto Djojokartiko Rilis Lewat Pemutaran Film di Bioskop

Sekali lagi, desainer kondang Sapto Djojokartiko merilis koleksi busana terbarunya dalam bentuk presentasi visual, konsep ini diadaptasi sebagai pengganti peragaan fisik semasa awal pandemi.

Penayangannya bukan di media sosial semisal YouTube, Sapto memilih bioskop untuk memperkenalkan deretan busana Fall/Winter 2023, di Studio 1 Premier di Bioskop XXI Plaza Senayan (21/7/2023). Ide muncul membuat screening di bioskop sekitar seminggu sebelum hari H.

Pemutaran film bersamaan dengan euphoria dua film produksi sineas Hollywood yaitu 'Barbie' dan 'Oppenheimer' yang tayang perdana di bioskop 21 Juli 2023.

Menurut Sapto, proses perizinan film berisi koleksinya tak segampang yang dikira. Meski hanya berupa visual kolase busana dengan durasi kurang dari 10 menit, film tersebut harus melalui Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia.

Beruntung, filmnya sukses lolos sensor sehari jelang hari pemutaran.

"Ini sesuatu yang belum pernah kami kerjakan, sesuatu yang baru," ungkap Sapto Djojokartiko.

"Akhirnya tahu bikin film harus ada ini dan itu, dan ternyata memutar film di bioskop enggak semudah itu. Harus lulus sensor walau sekadar fashion film berdurasi enam menit. Itu syarat XXI. Akhirnya mengurus itu dan baru H-2 hari dinyatakan lulus sensor,” jelas Sapto dikutip dari liputan6.com.

Dalam produksi film, tak ada pihak ketiga atau sutradara film profesional. Sapto merealisasikan proyek dari hasil karya tim internal Sapto dan beberapa anak magang.

Hampir seratus set busana Sapto siapkan untuk koleksi Fall/Winter 2023, tapi hanya 28 muncul di film.

Pilihan tersebut cukup merangkum tawaran terbaru koleksi perancang asal Solo, Jawa Tengah itu.

Pemilihan warna, Sapto memilih warna netral seperti beige dan abu-abu. Koleksi diperkaya dengan corak baru, detail handwork, dan permainan tekstur yang lebih intens.

Soal koleksi Fall/Winter 2023, Sapto Djojokartiko menyebut ingin menampilkan eksplorasi visual yang halus sebagai ekspresi penghargaan atas daya pikat meninggalkan kesan abadi dan jadi memori tidak terhapuskan.(*)

Artikel Terkait