Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Dada Ayam vs Telur, Mana yang Lebih Tinggi Kandungan Proteinnya?

 

Dada ayam dan telur menjadi dua sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan makan sehari-hari maupun program pembentukan otot. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya mana di antara keduanya yang sebenarnya memiliki kandungan protein lebih tinggi.

Dirangkum dari beberapa sumber, berdasarkan data komposisi gizi, dada ayam tanpa kulit yang telah dimasak mengandung sekitar 31 gram protein per 100 gram porsi, menjadikannya salah satu sumber protein hewani dengan kepadatan tertinggi. Sementara itu, satu butir telur ukuran besar mengandung sekitar 6 hingga 7 gram protein, atau setara sekitar 12 hingga 13 gram protein per 100 gram porsi telur.

Dilihat dari perbandingan tersebut, dada ayam memang unggul dalam hal kepadatan protein per satuan berat dibanding telur. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa perbandingan ini tidak bisa dilihat semata dari angka protein saja. Telur memiliki keunggulan lain berupa profil asam amino yang lengkap serta kandungan kolin, vitamin D, dan lutein yang baik untuk kesehatan mata dan otak, sementara dada ayam lebih unggul dari sisi kandungan protein tinggi dengan lemak yang relatif rendah.

Dari sisi kepraktisan dan harga, telur cenderung lebih terjangkau dan mudah diolah dibanding dada ayam, sehingga kerap menjadi pilihan utama sumber protein bagi masyarakat dengan anggaran terbatas. Kombinasi keduanya dalam menu harian justru dinilai lebih ideal, mengingat masing-masing memiliki keunggulan nutrisi yang saling melengkapi.

Pada akhirnya, pemilihan antara dada ayam dan telur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan gizi, anggaran, serta tujuan konsumsi masing-masing individu, apakah untuk menambah massa otot, menurunkan berat badan, atau sekadar memenuhi kebutuhan protein harian.

Ahli gizi menyarankan agar masyarakat tidak terpaku pada satu sumber protein saja, melainkan mengombinasikan berbagai sumber protein hewani dan nabati agar kebutuhan asam amino tubuh terpenuhi secara lebih lengkap dan seimbang.

Artikel Terkait