MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Garam merupakan salah satu bumbu yang sering digunakan untuk memasak. Tanpa garam, hidangan masakan tentu tidak berasa asin, hambar rasanya.
Namun, terlalu banyak mengonsumsi garam juga tidak baik untuk kesehatan tubuh bisa memicu penyakit seperti tekanan darah tinggi, stroke dan penyakit jantung.
American Heart Association merekomendasikan penggunaan garam harian tidak lebih dari 2.300 mg per hari pada orang sehat atau setara dengan 1 sendok teh garam. Hal yang sama juga direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Usut punya usut, ternyata ada bahan pengganti garam yang wajib dicoba. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut bahan pengganti garam:
Bawang Putih
Menambah rasa gurih dalam makanan tanpa harus meningkatkan kandungan natrium. Manfaat lainnya bisa menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan kesehatan otak, dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Lada
Merica atau lada termasuk salah satu bumbu masakan yang tak pernah absen selain garam. Lada sebagai alternatif pengganti garam. Manfaat lainnya bisa mengurangi peradangan dalam tubuh yang berkaitan dengan penyakit kronis.
Kaldu Jamur
Memiliki rasa gurih sehingga sangat tepat sebagai pengganti garam.
Jahe
Rasanya tidak asin, namun menambahkan jahe dalam tumisan atau sup bisa menambah cita rasa makanan.
Kecap Asin
Memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi, sering digunakan sebagai pengganti garam.
Ketumbar
Memiliki rasa yang khas dan hangat sehingga cocok untuk sup atau olahan kari. Selain itu bermanfaat bagi kesehatan karena bisa meningkatkan kesehatan otak dan kekebalan tubuh.
Margarin
Terbuat dari minyak nabati dengan kandungan lemak tak jenuh ganda yang baik untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL).(*)