Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Setengah Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta Ilmiah di Balik MSG

Perdebatan seputar keamanan monosodium glutamat (MSG) kembali mengemuka setelah PT Sasa Inti menggelar kampanye edukasi publik. Sasa menegaskan bahwa MSG aman dikonsumsi dan dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan garam serta gula tanpa mengorbankan cita rasa makanan, melalui kampanye.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara bertajuk "MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos" yang digelar di Alun-Alun Surabaya, pada Selasa (30/6).

Dikutip dari Indoposco Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata, menyampaikan bahwa perusahaan ingin mengubah persepsi publik yang selama ini mengaitkan MSG dengan berbagai gangguan kesehatan.

Berbagai lembaga kesehatan dunia seperti U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi sesuai kebutuhan, dengan kandungan natrium hanya sekitar 12 persen, jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mengandung sekitar 40 persen natrium.

Selain itu, sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan bahwa penggunaan MSG secara tepat dapat membantu mengurangi penggunaan garam hingga 30 persen tanpa mengurangi cita rasa makanan.

Untuk memperkuat pesan edukasi, Sasa menggandeng sejumlah pedagang nasi goreng legendaris di Surabaya yang telah puluhan tahun menggunakan MSG dalam usahanya. Para pedagang ini berhasil mengurangi penggunaan gula dan garam secara signifikan tanpa kehilangan cita rasa gurih khas hidangan mereka. Acara turut menghadirkan dokter, ahli gizi, dan chef sebagai narasumber, serta demonstrasi memasak dan uji rasa langsung bagi pengunjung.

Sasa juga menyediakan laman msgyangbenar.sasa.co.id sebagai sarana masyarakat memverifikasi berbagai mitos dan fakta mengenai MSG. Kampanye ini diharapkan menggeser fokus perhatian publik dari MSG ke isu konsumsi gula dan garam berlebih yang secara ilmiah lebih berisiko terhadap kesehatan jangka panjang.

 

Artikel Terkait