Charles Honoris Tekankan Peran Strategis Badan Gizi Nasional dalam Melindungi Generasi Muda dari Makanan Ultra-Proses
Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpi
Tabanan, Bali (22/4) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menegaskan pentingnya peran aktif dan strategis Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam menjangkau kelompok masyarakat rentan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program MBG yang diselenggarakan di Wantilan Desa Adat Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Selasa (21/4). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah pusat dan daerah, hingga masyarakat setempat.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Charles Honoris menekankan bahwa kebijakan gizi nasional harus benar-benar hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya berhenti pada tataran konsep.
“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BGN tidak cukup hanya berfungsi sebagai regulator, melainkan harus menjadi motor utama dalam edukasi gizi nasional. Menurutnya, BGN juga perlu berperan sebagai garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari konsumsi makanan ultra-proses yang berisiko bagi kesehatan.
Charles juga mengingatkan bahwa peningkatan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, dan gagal ginjal memiliki keterkaitan erat dengan pola konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak untuk memilih makanan sehat sesuai standar kesehatan global.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan gizi, seperti stunting, anemia, serta ketimpangan akses terhadap pangan bergizi. Program ini menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Charles Honoris berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.