Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi a
Bandung, Jawa Barat (1/5) - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) berjalan lancar dan disambut antusiasme warga setempat yang sudah menantikan program ini. Komisi IX bersama BGN menggelar sosialisasi kali ini di Aula Robbani Sport Center, Kota Bandung, Kamis, (30/4).
Kegiatan ini mengundang Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si sebagai pembicara utama, Anggota DPR RI Dr. Ahmad Heryawan, M.Si, serta PPK Sekretariat Deputi Prokerma Dedi Kuswandi, SE, M.Si.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Dr. Netty Prasetiyani menegaskan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berdaya saing. Ia juga mengingatkan bahwa persoalan gizi di Indonesia masih menjadi tantangan serius.
“Makan bukan sekadar kenyang, tetapi merupakan kebutuhan fundamental untuk menjalankan fungsi kehidupan,” ujar Netty.
Ia menambahkan bahwa pola pikir masyarakat terhadap makanan perlu diperbaiki. Menurutnya, tidak semua makanan yang enak menjamin kesehatan. “Yang enak belum tentu sehat, dan yang halal belum tentu baik,” tegasnya.
Netty juga memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan pola makan sehat, serta menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan dapat disiapkan dari rumah. Ia mengajak masyarakat untuk turut mengawal program pemerintah dengan bijak.
“Mari kita kawal dan awasi program ini dengan bijak serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” imbuhnya.
Program MBG merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Salah satunya yakni dengan peran dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat rantai pasok pangan daerah. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
MBG menjadi momentum penting dalam membangun generasi emas 2045 melalui pemenuhan gizi yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan Program MBG agar memberikan manfaat yang optimal bagi generasi masa depan.