Kartini Media
Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program MBG Jadi Investasi Jangka Panjang Bangun Generasi Unggul Hingga Perkuat Ekonomi Desa

Pacitan, Jawa Timur (7/5) - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja berjalan dengan lancar di Desa Wonogondo, Kebon Agung, Kabupaten Pacitan, Selasa (5/5). Tujuan dari diadakannya sosialisasi program MBG ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjalani asupan gizi sejak dini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, Kepala Desa Wonogondo Indra Rukmana, Kepala KPPG Jember Said Karim, ST., M.Si. dan dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda, khususnya anak-anak usia sekolah. Program ini diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus meningkatkan konsentrasi dan daya belajar siswa di sekolah.

Menurutnya, pemenuhan gizi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pangan.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang penyediaan makanan bergizi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat,” ujar Edhie Baskoro Yudhoyono.

Lebih lanjut, Edhie juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan masyarakat desa, termasuk pengembangan sektor peternakan lokal seperti budidaya ayam petelur. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat keberhasilan program sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan solusi strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam program ini membuka peluang usaha baru dan dapat memperkuat ekonomi lokal.

Program MBG mencerminkan upaya menuju kemandirian pangan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ketika kebutuhan gizi terpenuhi dan roda ekonomi terus bergerak, maka fondasi menuju masa depan Indonesia akan semakin kuat.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat Program MBG sebagai upaya terpadu pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

 

 

Artikel Terkait