Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di OKU Timur, DPR RI Ajak Masyarakat Dukung Peningkatan Gizi Anak
Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpi
Sidoarjo, Jawa Timur (16/2) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja digelar di Gedung Maerokotjo Rewwin, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (13/2) pukul 13.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Indah Kurniawati menyampaikan apresiasi kepada para undangan yang hadir dan menegaskan komitmennya dalam mengawal program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan. Ia menjelaskan bahwa saat ini dirinya bertugas di Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (sebelumnya BKKBN).
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program ini berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
“MBG harus sukses. Boleh saja kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan teknologi yang canggih, tetapi tanpa SDM yang unggul secara fisik, mental, dan moral, semuanya akan sia-sia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting, tetapi juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi. Pergerakan sektor pendukung seperti pemasok sayur-mayur, telur, ikan, susu, serta distribusi logistik dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi secara serentak.
Indah menambahkan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan kontribusi terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setelah DKI Jakarta. Oleh karena itu, implementasi MBG yang tepat sasaran diyakini akan memperkuat multiplier effect bagi perekonomian daerah maupun nasional.
Sebagai anggota Komisi IX, ia memastikan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan secara proporsional. Pengawasan tersebut dilakukan untuk menjamin kualitas makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi dan memenuhi standar gizi.
“Kita mengawasi bukan dalam arti negatif, tetapi memastikan seluruh proses berjalan baik. Program ini harus benar-benar sampai kepada penerima manfaat dan dikonsumsi oleh anak-anak serta ibu hamil dengan kualitas yang terjamin,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dan menjaga pelaksanaan program agar berjalan optimal, tanpa intervensi yang tidak perlu, namun tetap dengan pengawasan yang bertanggung jawab.
Menutup kegiatan, Indah berharap seluruh pihak dapat menjaga amanah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan mitra kerja terkait pentingnya dukungan bersama demi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari pembangunan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing.