Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Orang Tua Perlu Berhati-hati Mengunggah Foto Anak di Media Sosial, Risiko Privasi Mengintai

 

 

Kebiasaan membagikan foto dan video anak di media sosial perlu disikapi secara lebih bijaksana. Meski sering dilakukan sebagai bentuk kebanggaan orang tua, unggahan yang memperlihatkan kehidupan pribadi anak dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan, privasi, dan jejak digital mereka.

Fenomena membagikan konten anak, yang kerap disebut sharenting, membuat berbagai momen keluarga dapat diakses oleh orang lain melalui internet. Tanpa disadari, foto yang awalnya ditujukan kepada kerabat juga berpotensi disimpan, disebarkan kembali, atau digunakan di luar tujuan semula.

Melansir dari Kompas.com ancaman yang terjadi di balik kebiasaan mengunggah konten anak dalam akan membuat data pribadi bisa terungkap. Persoalan ini menjadi penting karena anak belum tentu memahami konsekuensi jangka panjang dari informasi pribadi yang dibagikan orang dewasa tentang dirinya.

Informasi sederhana seperti nama lengkap, sekolah, lokasi bermain, jadwal kegiatan, hingga kondisi rumah dapat memberikan petunjuk mengenai kehidupan anak. Jika berbagai informasi tersebut terkumpul dari sejumlah unggahan, pihak yang tidak bertanggung jawab berpotensi memanfaatkannya untuk tujuan yang merugikan.

Foto dan video anak juga dapat disalin atau dimanipulasi tanpa izin. Selain itu, konten yang dianggap lucu oleh orang tua saat ini belum tentu nyaman bagi anak ketika mereka tumbuh dewasa dan mulai memiliki kendali atas identitas digitalnya.

Karena itu, orang tua sebaiknya mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum mengunggah konten. Hindari membagikan informasi sensitif, seperti dokumen identitas, lokasi secara langsung, seragam yang memperlihatkan identitas sekolah, atau situasi pribadi yang dapat mempermalukan anak.

Pengaturan akun menjadi langkah tambahan yang penting. Orang tua dapat membatasi audiens, meninjau daftar pengikut, dan meminta persetujuan anak sesuai usia serta tingkat pemahamannya sebelum membagikan foto mereka.

Pada akhirnya, melindungi anak tidak hanya berarti menjaga keselamatan mereka di dunia nyata. Menjaga privasi dan jejak digital juga merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua agar anak dapat tumbuh dengan hak atas identitas dan kehidupan pribadinya sendiri.

 

 

Artikel Terkait