Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Dua Kapal Tanker Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Terus Negosiasi dengan Iran

 

Dua kapal tanker Indonesia yang merupakan milik Pertamina Pride dan Gamsunoro masih tertahan di Selat Hormuz pasca gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran. Tertahannya dua kapal Indonesia itu membuat pemerintah turun tangan dan terus bernegosiasi dengan pemerintah Iran.

Dikutip dari kompas.com setelah gencatan senjata AS dan Iran membuat Selat Hormuz kembali dibuka. Namun sayangnya dua kapal milik Indonesia belum bisa melintasi selat tersebut dan pemerintah saat ini sedang berupaya keras agar dua kapal milik pertamina itu bisa melintas.

“Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," tutur Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Setelah AS dan Iran menyepakati perjanjian gencatan senjata pada Selasa (7/4), Iran menjamin bakal membuka Selat Hormuz, minimal untuk dua minggu ke depan.

Melansir dari tempo.com pelaksana tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita menyampaikan bahwa saat ini terdapat empat kapal yang beroperasi di wilayah tersebut. Dua di antaranya masih berada di area teluk, yakni Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” kata Vega melalui keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026.

Sementara dua kapal lainnya telah berada di lokasi yang relatif lebih aman, yaitu PIS Rinjani yang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, serta PIS Paragon yang tengah melakukan pembongkaran muatan di Oman.

PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan telah berkoordinasi secara intensif dengan pengelola kapal dan otoritas maritim setempat guna memperkuat langkah antisipasi. Komunikasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan Indonesia di Abu Dhabi dan Dubai.

Artikel Terkait