Lolos UTBK! 3.196 Calon Mahasiswa Baru Diterima UNPAD dari Total 80.541 Peserta
UNPAD mencatat ada sebanyak 80.541 peserta yang mendaftar di SNBT 2026 dan masuk urutan ke-6 sebagai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan cuaca pada 28-29 Mei 2026. Beberapa wilayah di Indonesia tengah mengalami peralihan musim dan sebagian lainnya sudah memasuki musim kemarau. Prakiraan cuaca ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih berhati-hati saat ingin melakukan aktivitas diluar ruangan.
Melansir dari laman BMKG sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, sementara wilayah lain masih berada dalam masa peralihan. Kondisi tersebut ditandai dengan minimnya tutupan awan sejak pagi hingga siang hari yang memicu peningkatan suhu udara hingga di atas 35 derajat Celsius di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Riau, Bali, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Jawa Timur.
Kondisi ini membuat beberapa wilayah yang masih memasuki masa peralihan terjadi peningkatan suhu yang memicu ketidakstabilan atmosfer yang dapat membentuk awan hujan pada sore hingga malam hari.
Hal ini terlihat dari tingginya curah hujan di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Bengkulu, Maluku, Jawa Barat, dan beberapa wilayah lainnya. Peningkatan curah hujan juga dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer, seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, serta pembentukan sirkulasi siklonik yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Meski indikator iklim global menunjukkan kondisi El Nino lemah, dinamika atmosfer regional masih berpotensi memicu hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian utara. Lantas, wilayah mana saja yang berpotensi hujan pada Kamis-Jumat, 28-29 Mei 2026?
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca cerah yang disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan. "Masyarakat disarankan menggunakan pelindung atau tabir surya serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, guna menghindari dehidrasi dan kelelahan," tulis BMKG.
BMKG juga meminta masyarakat dan para pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pengendara kendaraan bermotor diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang karena dapat mengganggu perjalanan. Masyarakat juga diimbau mengantisipasi potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir.
Ditengah kondisi cuaca yang tak menentu, BMKG mengingatkan masyarakat agar secara berkala memantau informasi terkini mengenai prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG.