Rutin Olahraga Bantu Tingkatkan Produktivitas Seseorang
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami hubungan antara kesehatan fisik dan menta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal menyebar nyamuk Wolbachia di lima kota Indonesia, mulai dari Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan penyebaran telur nyamuk Wolbachia untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah (BDB) telah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan Nomor 1341 Tahun 2022.
SK itu mengatur tentang penyelenggaraan pilot project penanggulangan DBD melalui Wolbachia di lima kota, termasuk Jakarta.
"Lima kota penerapan inovasi Wolbachia sesudah Yogyakarta sesuai SK Kemenkes RI: Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, Kupang," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama seperti dikutip Detik.com
Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kemenkes RI itu menepis anggapan manusia dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk program tersebut. Selain itu, ia memastikan tak ada rekayasa genetik dilakukan kepada nyamuk.
"Karena Wolbachia bakteri alamiah pada serangga, dan tentunya ramah lingkungan karena tidak mengganggu ekosistem atau siklus hidup mikroorganisme lain," jelasnya.
Ngabila menyebut Wolbachia bisa membuat nyamuk aedes aegypti menjadi mandul dan tidak menularkan penyakit deman berdarah dengue (DBD). Diharapkan orang terjangkit DBD nantinya akan jauh berkurang.
Siklus kenaikan kasus DBD di DKI Jakarta terjadi per tiga tahunan yakni 2016, 2019, dan 2022. Jumlah kasus per bulan saat tidak puncak kasus rata-rata berkisar 200 hingga 300 kasus.
"Sedangkan saat puncak kasus berkisar 400-600 kasus," ucap Ngabila.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyiapkan sekitar 4.100 ember bibit nyamuk berbakteri Wolbachia. Nyamuk itu akan digunakan utuk menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Barat.
"Peluncurannya di Kecamatan Kembangan sebagai percontohan pada awal Desember 2023," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakbar, Erizon Safari seperti dikutip Antara.
Lebih lanjut dijelaskan, ribuan ember nyamuk ber-wolbachia tersebut akan dijaga oleh 'orangtua asuh', dalam hal ini pemilik rumah, tempat ember tersebut ditempatkan.
Keberadaan nyamuk berbakteri bakal terus dipantau setiap dua pekan sekali.
Sebelumnya, Kemenkes mengungkapkan teknologi Wolbachia menurunkan penyebaran DBD sudah terbukti di sembilan negara. Negara dimaksud adalah Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Meksico, Kiribati, Kaledonia Baru, dan Sri Lanka.(*)