BGN Gelar Sosialisasi Program MBG di Desa Manggala Sakti Rokan Hilir
Program MBG merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Jika Anda mendapatkan pesan WhatsApp yang meminta klik link undangan nikah, maka harus hati-hati! Bisa jadi itu modus penipuan undangan pernikahan yang bisa membobol rekening melalui WhatsApp. Modus ini sedang marak di masyarakat dan banyak menelan korban.
Contoh penipuan modus undangan file apk. Foto: Istimewa
Penipuan Undangan
Pelaku bermodus undangan pernikahan bisa mengetahui nama jelas hingga gelar, sehingga bisa dengan mudah mengecoh korban.
Tidak hanya undangan pernikahan, kini oknum penipu juga mengirimkan pesan sejenis dengan modus meminta tagihan tunggakan iuran BPJS hingga penipu berpura-pura sebagai kurir ekspedisi dan mengirim file dengan ekstensi APK.
Mereka yang menjadi korban harus merelakan uang di rekeningnya ludes terkuras.
Tech Enthusiast, Gadget Reviewer, Security Enthusiasts Mr. Bert menjelaskan ketika seseorang mengklik tautan yang dikirim, maka pelaku secara otomatis bisa mengambil alih ponsel korban dengan bermodal program Remote Access Trojan (RAT) yang telah ditanamkan di dalam aplikasi undangan tersebut.
“Namanya juga remote, artinya pelaku bisa mengendalikan ponsel lewat jarak jauh. Karena sekarang 'saya pun tidak perlu install aplikasi, saya sudah bisa ambil alih ponsel orang tanpa install aplikasi apapun'. Ketika seseorang klik tautan tersebut, sudah kalian game over. Boom, akan terjadi perpindahan dana,” jelas Mr. Bert dikutip dari kanal YouTube Mr. Bert ‘Penipuan Undangan Whatsapp Pernikahan Serta Solusinya’.
Karenanya, pengguna Android atau iPhone harus terus waspada.
Bila Terlanjur Klik Undangan
Mr. Bert menjelaskan saat sudah diklik, kemungkinan besar malware menginfeksi komputer dan atau ponsel android.
Sebagai informasi, malware adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, server atau jejaring komputer tanpa izin (informed consent) dari pemilik.
Malware bisa menyebabkan kerusakan pada sistem komputer dan memungkinkan juga terjadi pencurian data atau informasi.
"Langsung putuskan koneksi internet, baik itu mobile data atau WIFI. Selanjutnya, hapus atau uninstall semua aplikasi mobile banking. Kemudian lakukan factory reset atau format ponsel menjadi setelan pabrik serta ganti PIN dan ganti ATM,” ungkapnya.
Mr. Bert mengingatkan bagi korban yang terlanjur mengklik dokumen tersebut untuk jangan mengganti semua password internet banking, email hingga media sosial di ponsel yang sama.
Akan tetapi, menggantinya lewat komputer dan ponsel android lain yang tidak terinfeksi malware ini.
Selanjutnya, apabila sudah terlanjur melakukan klik, bisa lakukan langkah instalasi anti virus. Karena malware RAT beberapa sudah dideteksi oleh anti virus.
Apabila anti virus gagal melakukan deteksi, kemungkinan kemampuan malware yang masuk ke ponsel tersebut cukup advanced.(*)