Kartini Media

Stres Jangan Dianggap Sepele, Bisa Timbulkan Penyakit

Jangan pernah anggap sepele stres yang Anda alami. Karena bisa saja menimbulkan penyakit yang justru akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mengabaikan stres yang dirasakan kerap dilakukan oleh orang. Mereka biasanya ingin terlihat bahagia di hadapan orang lain, sehingga coba mengabaikan apa yang sebenarnya dialami.

Jika stres sering diabaikan, ketegangan dalam diri akan menumpuk. Situasi ini berpotensi memicu stres kronis, dan mengganggu bagian tubuh dan kesehatan.


     (Foto: Istock)

Mengutip WebMD, yang seringkali dialami ketika stres diabaikan adalah sakit kepala. Karena stres membuat otot-otot di kepala, leher, dan bahu menjadi tegang. Yang ditimbulkan kemudian adalah sakit kepala dan migrain.

Beberapa penelitian menemukan stres yang diabaikan berdampak kepada gula darah yang meningkat. Ini adalah cikal bakal dari penyakit diabetes.

Mengapa itu bisa terjadi? Tubuh melepaskan banyak glukosa, dan stres menyebabkan kenaikan hormon krotisol, serta menurunnya kadar insulin. Kondisi ini membuat kandungan glukosa dalam darah meningkat dan berpotensi picu diabetes.

Stres yang terlalu menumpuk membuat orang menjadi linglung, dan cenderung lupa ingatan. Rasa cemas mengganggu konsentrasi dan kemampuan dalam mengingat. Ini adalah salah satu gejala alzheimer.

Stres membuat tubuh menjadi tegang. Ketika situasi itu terjadi, detak jantung meningkat, dan napas menjadi lebih cepat. Itu merupakan respons tubuh karena pelepasan hormon kortisol dan adrenalin (hormon stres).

Produksi hormon stres yang berlebih menyebabkan peradangan otot jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung. Ini akan jadi berisiko ketika gaya hidup tidak sehat.

Yang terakhir, stres dapat menimbulkan sindrom iritasi usus besar. Ini adalah gangguan kronis yang menyebabkan kram, nyeri, kembung, dan diare. Riset membuktikan, penderita sindrom iritasi usus besar disebabkan kecemasan dan depresi.

Artikel Terkait