Otoritas Masjidil Haram Perketat Prosedur Masuk Hijr Ismail, Jemaah Perempuan Diminta Ikuti Sistem Antrean Baru
Informasi mengenai prosedur terbaru tersebut ditampilkan melalui layar informasi resmi di King Fahd
Di tengah gempuran kuliner kekinian, rawon buntut tetap menjadi primadona di kalangan pencinta masakan khas Jawa Timur. Hidangan berkuah hitam pekat dari kluwek dengan potongan buntut sapi empuk ini terus diburu wisatawan maupun warga lokal Surabaya hingga pertengahan 2026.
Jika rawon pada umumnya menggunakan daging sapi bagian has atau sandung lamur, varian buntut menawarkan tekstur daging yang lebih kaya kolagen dengan kuah kaldu yang lebih kental dan gurih. Beberapa warung legendaris bahkan menawarkan pilihan tambahan seperti rawon iga dan rawon dengkul sebagai variasi bagi pelanggan.
Melansir dari rri rawon buntut cukup digemari dilintas generasi, mulai dari warga lokal yang sudah menjadi pelanggan sejak puluhan tahun lalu hingga wisatawan domestik yang sengaja datang ke Surabaya untuk berburu kuliner legendaris. Sejumlah depot bahkan telah berdiri sejak era 1930-an dan tetap konsisten menjaga resep serta cita rasa aslinya.
Warna khas tersebut berasal dari kluwek, bumbu asli Nusantara yang memberikan rasa gurih sekaligus sedikit rasa pahit yang menjadi ciri khas rawon. Aroma rempah seperti serai, lengkuas, dan daun jeruk turut memperkaya cita rasa kuah yang biasanya disajikan bersama nasi putih, tauge mentah, telur asin, dan sambal terasi.
Sebagian besar warung legendaris di Surabaya menyajikan menu ini dengan proses memasak khusus, misalnya menggoreng daging terlebih dahulu sebelum direbus untuk menghasilkan tekstur yang lebih empuk dan gurih. Harga seporsi rawon buntut di Surabaya bervariasi mulai dari puluhan ribu rupiah, tergolong terjangkau untuk cita rasa autentik yang ditawarkan.
Rawon buntut biasanya mudah ditemukan seperti di Kawasan Embong Malang, Wonokromo, dan Taman Bungkul menjadi beberapa titik favorit pemburu kuliner rawon di Surabaya. Di daerah daerah tersebut ada banyak warung legendaris buka hingga dini hari, menjadikan rawon buntut sebagai pilihan santapan yang bisa dinikmati kapan saja, baik siang maupun tengah malam bagi warga Kota Pahlawan.