Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Benarkah Gorengan Selalu Bikin Kolesterol Naik? Ini Fakta di Baliknya

 

Gorengan menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat Indonesia yang mudah ditemukan di berbagai sudut kota, mulai dari pisang goreng, tahu isi, hingga bakwan. Namun, makanan ini kerap dituding sebagai biang keladi utama naiknya kadar kolesterol dalam tubuh. Benarkah anggapan tersebut sepenuhnya tepat?

Dikutip dari Kompas.com ahli gizi menjelaskan bahwa kenaikan kadar kolesterol sebenarnya lebih dipengaruhi oleh jenis minyak yang digunakan serta frekuensi penggorengan minyak yang sama secara berulang, bukan semata-mata karena proses menggoreng itu sendiri.

Minyak goreng yang dipakai berulang kali dalam suhu tinggi akan mengalami oksidasi dan membentuk senyawa berbahaya yang disebut lemak trans, yang justru menjadi penyebab utama peningkatan kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh.

Dengan kata lain, sesekali mengonsumsi gorengan yang digoreng menggunakan minyak segar dan berkualitas baik sebenarnya tidak serta-merta berbahaya bagi kesehatan, selama dikonsumsi dalam porsi wajar dan tidak menjadi kebiasaan harian. Masalah muncul ketika gorengan dikonsumsi secara berlebihan dan berasal dari minyak yang telah dipakai berulang kali tanpa diganti, seperti yang kerap ditemukan pada sejumlah pedagang gorengan di pinggir jalan.

Selain jenis minyak, bahan dasar gorengan itu sendiri turut memengaruhi dampaknya bagi kesehatan. Gorengan berbahan dasar sayuran atau umbi-umbian cenderung lebih ramah dibanding gorengan berbahan dasar tepung dengan campuran tinggi gula dan garam. Cara penyajian, seperti penggunaan tepung terlalu tebal, juga membuat gorengan menyerap lebih banyak minyak saat digoreng.

Para ahli gizi menyarankan agar masyarakat yang tetap ingin menikmati gorengan dapat menyiasatinya dengan cara memasak sendiri di rumah menggunakan minyak segar, membatasi frekuensi konsumsi, serta mengombinasikannya dengan pola makan tinggi serat dan rendah lemak jenuh lainnya sepanjang hari.

Dengan pengelolaan yang tepat, gorengan tidak perlu sepenuhnya dihindari, namun tetap perlu dikonsumsi secara bijak agar tidak berdampak buruk pada kesehatan jantung dalam jangka panjang.

 

Artikel Terkait