Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Usus Punya Peran Besar dalam Menjaga Keseimbangan Hormon Pada Perempuan

Usus ternyata mempunyai peran besar dalam menjaga keseimbangan hormon bagi perempuan. Tak hanya perihal pencernaan, kesehatan usus juga bisa menentukan sikap atau bahkan tingkah laku perempuan. Hubungan ini dikenal sebagai gut-hormone axis, yaitu jalur komunikasi antara sistem pencernaan dan sistem hormon dalam tubuh.

Melansir idntimes.com salah satu hormon yang paling dipengaruhi oleh usus adalah estrogen. Di dalam usus, ada kumpulan bakteri yang disebut mikrobioma usus. Ketika fokus pada perannya dalam mengolah estrogen, mikrobioma ini dikenal sebagai estrobolome. Sistem ini bekerja secara kompleks dan bisa sangat menentukan apakah hormon tetap seimbang atau justru kacau.

Estrobolome adalah kelompok bakteri usus yang berperan dalam metabolisme estrogen. Setelah estrogen diproses di hati, hormon ini dikirim ke usus dalam bentuk tidak aktif untuk dibuang. Namun, enzim tertentu yang dihasilkan bakteri usus, seperti beta-glukuronidase, bisa mengaktifkan kembali estrogen tersebut.

Akibatnya, estrogen bisa diserap kembali ke dalam aliran darah melalui proses yang disebut sirkulasi enterohepatik. Jika mikrobioma usus seimbang, proses ini berjalan normal dan membantu menjaga kadar hormon tetap stabil. Namun, kalau terjadi ketidakseimbangan (disbiosis), hasilnya bisa berantakan baik kelebihan estrogen maupun kekurangan.

Selain itu, usus juga memengaruhi hormon lain secara tidak langsung, seperti progesteron dan androgen. Misalnya, saat usus mengalami peradangan atau “bocor” (leaky gut), tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon stres seperti kortisol. Ini bisa mengganggu sensitivitas reseptor hormon dan membuat keseimbangan hormon makin kacau.

Menariknya, sekitar 90 persen serotonin (hormon yang memengaruhi mood) diproduksi di usus. Jadi, ketika usus bermasalah, emosi pun ikut terpengaruh.

Kondisi seperti pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus atau small intestinal bacterial overgrowth (SIBO) atau sembelit juga bisa menghambat pembuangan estrogen. Akibatnya, hormon ini malah diserap kembali dan memicu gejala seperti dominasi estrogen.

 

Agar terhindar dari permasalahan tersebut, mulailah dengan pola makan berbasis tanaman yang beragam. Idealnya, kamu bisa mengonsumsi hingga 30 jenis makanan nabati berbeda dalam satu minggu untuk meningkatkan variasi mikrobioma.

Selain itu, coba perhatikan sinyal tubuh. Misalnya, apakah kamu sering kembung bersamaan dengan siklus haid yang tidak teratur? Ini bisa jadi tanda ada hubungan antara usus dan hormonmu sedang dalam masalah.

 

 

Artikel Terkait