Program MBG di Kabupaten Langkat, DPR RI Tekankan Pentingnya Gizi untuk Generasi Masa Depan
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni dengan melakuka
Gula darah yang tinggi tak boleh dibiarkan dan harus segera diatasi. Cara yang paling mudah dilakukannya yaitu dengan menjalani olahraga rutin diwaktu yang tepat. Berikut ini ada jenis-jenis olahraga diwaktu yang efektif untuk menekan tingginya kadar dula darah.
Menurut laman The George Washington University Hospital, olahraga efektif menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas insulin jika dilakukan setelah makan. Penekanannya di sini bukan pada jam tertentu, tetapi melakukan olahraga tepat setelah makan.
Hal ini karena olahraga dapat mengelola lonjakan gula darah yang terjadi setelah makan. Otot-otot langsung menggunakan glukosa dari darah sebagai sumber energi saat beraktivitas fisik.
Idealnya olahraga dilakukan lima hari dalam seminggu dan tentunya setelah makan. Bagi penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2, tujuan utamanya, yakni menjaga kadar gula darah tetap di bawah 180 mg/dl dua jam setelah makan.
Kadar glukosa biasanya mencapai puncaknya dalam waktu sekitar 90 menit setelah makan. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes memantau kadar gula darah sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Jenis olahraga yang cocok untuk gula darah
Jenis-jenis olahraga dan waktu yang dianjurkan berikut ini menjadi rekomendasi bagi anda. Agar manfaat olahraga dalam mengatur gula darah maksimal, penting untuk menggabungkan berbagai jenis aktivitas seperti dilansir dari laman Eating Well, berikut ada 3 jenis olahraga untuk menurunkan gula darah:
1.Aerobik
Aktivitas seperti jalan cepat, berenang, bersepeda, dan lari sangat baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan gula darah. Senam aerobik secara rutin dapat memperbaiki aliran darah, mengurangi resistansi insulin, serta mendukung pengelolaan berat badan jangka panjang.
2. Latihan beban
Latihan dengan beban, resistance band, atau latihan dengan berat tubuh sendiri, terbukti mampu membangun massa otot.
Otot yang lebih banyak dapat meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel dan meningkatkan sensitivitas insulin secara keseluruhan. Idealnya, lakukan latihan kekuatan minimal dua sampai tiga kali seminggu.
3. Yoga dan stretching
Yoga membantu mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi, yang dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol. Dengan demikian, yoga dan stretching bisa membantu menjaga keseimbangan gula darah dan mendukung kesehatan mental.
Itu dia waktu olahraga terbaik untuk turunkan gula darah. Meski demikian, penting diingat olahraga pada waktu kapan saja tetap bermanfaat. Terlebih, berolahraga di pagi hari bisa menjadi pilihan terbaik jika Anda kesulitan mencari waktu olahraga di tengah kesibukan harian.
Perlu diingat pula, olahraga hanyalah salah satu bagian dari pengelolaan gula darah. Pola makan yang baik, tidur cukup, dan pengelolaan stres juga berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil.