Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Lima Arti Kata Label Kandungan Gizi di Minuman Kemasan yang Harus Anda Waspadai!

Label pada minuman kemasan dengan label kandungan tertentu biasanya menjadi acuan seseorang pada saat memilihnya. Tapi tenyata cara tersebut belum tentu benar ataupun esuai dengan kandungan keasliannya. Bahkan beberapa bisa diantaranya bisa berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dengan janga waktu yang lama.

Rata-rata minuman kemasan ini menawarkan bentuk dan variasi rasa yang menarik. Padahal jika mengonsumsinya, ada bahaya yang tersembunyi dalam minuman bersoda, minuman berenergi, jus buah dalam kemasan atau minuman teh, kopi dan minuman yang dicampur dengan krim, sirup, jelly atau boba ini.

Berdasarkan laporan dari NDTV Food ada beberapa kata "jebakan" pada label kandungan minuman kemasan yang sering kali menipu konsumen. Untuk itu anda perlu membaca artikel dibawah ini untuk memahami arti dari label kemasan tersebut.

5 istilah dilabel minuman kemasan yang tak banyak orang tau:

1. Multigrain

Banyak orang mengira multigrain sama dengan gandum utuh (whole grain). Faktanya, multigrain hanya berarti produk tersebut mengandung lebih dari satu jenis biji-bijian. Bijian tersebut bisa saja sudah diproses secara berlebihan dan kehilangan serat serta nutrisi alaminya. Pastikan kamu mencari tulisan "100% Whole Grain" jika ingin manfaat kesehatan yang maksimal.

2. Sugar-Free atau Tanpa Gula Label

"Sugar-Free" tidak selalu berarti produk tersebut bebas kalori atau sehat. Sering kali, produsen mengganti gula pasir dengan pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, atau gula alkohol (sorbitol, xylitol). Meskipun rendah kalori, beberapa pemanis ini tetap bisa memengaruhi metabolisme tubuhmu jika dikonsumsi berlebihan.

3. All Natural atau Alami

Ini adalah salah satu istilah yang paling membingungkan. Meskipun terdengar sehat, label "alami" tidak menjamin produk tersebut bebas dari pestisida, hormon, atau proses pabrik yang berat. Istilah ini sangat longgar definisinya secara hukum, sehingga sering kali hanya digunakan untuk menarik minat pembeli yang mencari makanan sehat.

4. Fat-Free atau Bebas Lemak

Hati-hati dengan produk berlabel rendah lemak atau bebas lemak. Masalahnya, ketika lemak dihilangkan, makanan sering kali kehilangan rasa dan tekstur. Untuk menutupinya, produsen biasanya menambahkan gula, garam, atau bahan pengental kimia agar rasanya tetap enak. Hasilnya? Anda mungkin menghindari lemak, tapi justru mengonsumsi gula berlebih.

5. Made with Real Fruit atau Dibuat dengan Buah Asli

Label ini sering muncul di kemasan camilan anak-anak atau minuman ringan. Namun, jumlah "buah asli" di dalamnya mungkin hanya setetes konsentrat buah, sementara sisanya adalah air, perasa buatan, dan pemanis.

Selalu cek daftar komposisi di bagian belakang kemasan untuk melihat berapa banyak kandungan buah yang sebenarnya.

Artikel Terkait