Kartini Media
Ilustrasi apartemen. Foto: Freepik

Apartemen Dekat LRT Tak Laku, Ternyata Ini Penyebabnya

Proyek tempat tinggal dekat dengan transportasi umum atau transit oriented development (TOD) seperti apartemen dan kondominium masih belum diminati masyarakat ibu kota. Padahal bila dihitung-hitung secara jarak dengan akses ke perkotaan lebih mudah.

Melansir CNBC Indonesia, apartemen di Jakarta semakin padat, tercatat mencapai 10.232 unit pada akhir kuartal pertama 2024. Angka itu termasuk ada tambahan pasokan apartemen servis Park Royal Serviced Suites yang baru dibuka pada kuartal pertama tahun 2024. 

Hingga akhir tahun 2025, diprediksi akan ada tambahan pasokan lebih 800 unit baru di segmen apartemen sewa.

Lantas, apa penyebab apartemen dekat transportasi kurang diminati?

Disebut-sebut, penyebabnya karena faktor harga dan belum terintegrasi semua transportasi umum.

"TOD ini dari segi penjualan juga belum seperti yang diharapkan, jadi belum booming banget lah, tergolong rendah. Kebanyakan orang cenderung pilih rumah tapak di kawasan sekitar Jabodetabek meskipun jauh lokasinya dari transportasi umum," kata CEO Leads Property Hendra Hartono kepada CNBC Indonesia.

"Faktor overpriced. Isu pertama, kecepetan ngebangunnya. Judulnya LRT City tapi sampai mana sih? Misal orang mau pergi ke dua tempat, pagi ke Sudirman, siangnya ke Kebon Jeruk. Nah dua tempat ini integrasinya belum, jadi terlalu dini membangunnya," ungkapnya menjelaskan penyebab rendah minat properti di kawasan TOD.

Hal serupa juga disampaikan Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto. Menurut Ferry, ada banyak faktor membuat penjualan unit apartemen TOD nempel stasiun LRT Jabodebek kurang diminati.

Faktor fasilitas penunjang dan keberadaan pusat ekonomi di sekitar kawasan TOD belum terlalu lengkap. Pemburu rumah tidak hanya melihat soal akses ke transportasi umum, tapi juga kualitas bangunannya.

"Tahulah untuk apartemen di segmen ini hingga saat ini belum ada yang kualitasnya memuaskan, yang menyebut affordable dari sisi kualitas belum sesuai espektasi," jelas Ferry Salanto dikutip dari Detik.com.(*)

Artikel Terkait