Kartini Media
Ilustrasi mengajarkan anak toilet training. Foto: Freepik

Berhasil Toilet Training dalam 3 Hari, Ikuti Tips Ini

Ketika usia anak semakin bertambah, kemampuannya semakin berkembang. Dan, salah satu hal penting diajarkan menuju kemandirian adalah latihan buang air di toilet atau toilet training.

Toilet training merupakan proses anak belajar buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet layaknya orang dewasa. Pada tahap ini, anak diajarkan tidak lagi BAK dan BAB di popok seperti yang biasa dilakukannya.

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), keberhasilan anak melakukan toilet training dinilai dari seberapa jauh anak mengerti menggunakan toilet untuk buang air.

Sebelum mengajarkan balita menggunakan toilet, bisa memerhatikan beberapa tanda kesiapan toilet training, seperti keinginan duduk di toilet, merasa tidak nyaman dengan popok yang kotor, atau sudah sadar atas pipis dan BAB.

Hal terpenting mengajarkan toilet training perlu diingat adalah kepekaan mengenali isyarat dan kesiapan anak dalam belajar, konsistensi, dan jangan dipaksakan.

Setiap anak memiliki perkembangan dan kecepatan berbeda. Menurut Mayo Clinic, umumnya anak sudah mulai bisa dilatih di antara usia 18-24 bulan. Namun, beberapa anak mungkin masih belum mampu hingga mereka mendekati usia 3 atau 3,5 tahun.

Selain itu, bila Anda merasa nyaman, bisa mengajak anak ke toilet bersama dan tunjukkan cara menggunakannya. Atau, bisa mengajak saudaranya yang lebih tua untuk ke toilet bersama.

"Beberapa anak jadi benar-benar termotivasi oleh teman sebaya atau saudara kandung mereka yang sudah lebih dulu terlatih menggunakan pispot," kata juru bicara American Academy of Pediatrics (AAP), Katie Lockwood, MD.

Anak perempuan biasanya memiliki ketertarikan lebih untuk mempelajari toilet traning, sehingga lebih cepat paham dibandingkan anak laki-laki.

Bagi sebagian orang tua, proses toilet training bisa memakan waktu cukup lama dan latihan berkali-kali.

Namun, mungkin bisa mencoba teknik melatih menggunakan toilet dalam waktu tiga hari. Ini tipsnya dikutip dari What To Expect!

Hari Pertama

  • Saat anak bangun tidur, bisa melepas popoknya maupun celananya bila memungkinkan. Katakan padanya bahwa ia tidak perlu lagi menggunakan popok, dan boleh buang air kecil di toilet. Pagi hari merupakan waktu yang tepat membawa balita ke toilet dan mengajaknya untuk buang air kecil.
  • Pantau anak sepanjang hari dan perhatikan tanda-tanda ia harus menggunakan toilet, misalnya menunjukkan kegelisahan atau melakukan gestur berjongkok. Bila anak mulai menunjukkan keinginan untuk buang air kecil, maka segera gendong membawanya ke toilet. Jangan lupa berikan apresiasi.
  • Bila anak mengompol, tenanglah dan jangan panik, karena harus tetap berekspektasi bahwa suatu saat ia akan mengompol. Maka dari itu, hindari memarahi atau mempermalukan anak. Cukup bersihkan atau minta ia membantu membersihkan dan ingatkan anak bahwa pipis atau pup harus dilakukan di toilet.
  • Lanjutkan proses ini sepanjang hari, dan bisa memberi anak cairan sedikit lebih banyak untuk mendorongnya pergi ke kamar mandi lebih sering.
  • Ketika anak mau tidur siang, ajak ke toilet terlebih dahulu untuk mencoba pipis. Sebagai antisipasi mengompol, ketika anak mulai terlelap, bisa memakaikan celana atau popok.
  • Jangan lupa dorong anak menggunakan toilet sekali lagi sebelum tidur. Dan tetap bisa memakaikan popok saat anak tidur malam. Sebab, menurut American Academy of Pediatrics, kebanyakan balita belum bisa kering atau tidak mengompol sepanjang malam hingga mereka mendekati usia 5 atau 6 tahun.

Hari Kedua

  • Ulangi seluruh proses seperti hari pertama. Bawa anak ke toilet secara berkala dan ingatkan untuk buang air kecil di toilet. Jika berhasil, bisa memberinya hadiah. Tetapi, jangan memarahinya ketika mengompol.
  • Kenakan popok atau celana latihan sekali pakai saat hendak tidur di malam hari.

Hari Ketiga

  • Ulangi seluruh proses di hari pertama dan kedua.
  • Jika harus pergi ke luar rumah, maka anak bisa dipakaikan pakaian longgar dan selalu ingatkan bila ingin pipis atau BAB maka harus ke kamar mandi.(*)

Artikel Terkait