IN2MOTIONFEST dan JMFW Melebur, Angkat Wastra dan Modest Fashion di JICC Senayan
Gelaran IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Con
Kemudahan belanja dengan skema bayar nanti (paylater) kian akrab di kalangan keluarga muda. Di tengah dorongan mengikuti tren dan rasa takut ketinggalan (fear of missing out/FOMO), pengeluaran konsumtif berpotensi menekan keuangan rumah tangga bila tidak dikelola.
Melansir dari detik.com paylater menawarkan pembayaran dengan cicilan atau tempo tanpa kartu kredit, dengan proses pengajuan cepat. Kemudahan itu menjadi daya tarik utama, terutama ketika ada promo dan diskon terbatas.
Media sosial memperkuat dorongan tersebut lewat unggahan gaya hidup, liburan, dan barang terbaru, sehingga muncul tekanan sosial untuk ikut membeli.
Persoalan yang muncul tentu saja cicilan kecil yang bertumpuk bisa menjadi beban besar. Bunga, biaya administrasi, dan denda keterlambatan sering luput dari perhatian. Keterlambatan bayar juga dapat memengaruhi riwayat kredit dalam sistem layanan informasi keuangan, yang berdampak pada pengajuan KPR atau kredit kendaraan di masa depan.
Perencana keuangan umumnya menyarankan total cicilan utang tidak melebihi sekitar 30 persen dari penghasilan bulanan. Bagi keluarga muda yang juga menanggung kebutuhan pokok, cicilan rumah, dan biaya anak, ruang geraknya lebih sempit.
Langkah pengendalian dapat dimulai dari beberapa hal.
1. Bedakan kebutuhan dan keinginan sebelum membeli. Terapkan aturan jeda 24–48 jam untuk barang non-esensial.
2. Catat semua cicilan dan jatuh tempo agar tidak terlewat.
3. Bangun dana darurat, idealnya tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan, agar tidak bergantung pada utang saat ada kebutuhan mendadak.
4. Tetapkan anggaran "gaya hidup" yang jelas dan disepakati bersama pasangan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat memilih layanan yang berizin, memahami syarat dan biaya, serta tidak meminjam melebihi kemampuan. Konsumen dapat memeriksa legalitas penyedia melalui kanal resmi OJK.
Kunci utamanya adalah kesadaran finansial. Paylater dapat menjadi alat bantu bila digunakan bijak, tetapi berbahaya bila menjadi jalan pintas memenuhi gaya hidup di luar kemampuan.