Lolos UTBK! 3.196 Calon Mahasiswa Baru Diterima UNPAD dari Total 80.541 Peserta
UNPAD mencatat ada sebanyak 80.541 peserta yang mendaftar di SNBT 2026 dan masuk urutan ke-6 sebagai
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,0 mengguncang Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut). Gempa berada di laut dari kedalaman 118 kilometer.
Informasi gempa bumi disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (1/9/2023) pukul 06.57 Wita.
"Gempa Mag: 4,0," tulis BMKG dalam akun twitternya @infoBMKG.
BMKG melaporkan episentrum gempa berada di titik koordinat 0,16 derajat lintang utara dan 123,59 derajat bujur timur. Kedalaman gempa 118 Km.
"50 km barat daya Bolaang Uki, Bolsel, Sulut. Kedalaman 118 Km," tambah BMKG.
BMKG menambahkan informasi gempa mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan.
Pesan BMKG agar masyarakat selalu perhatikan informasi resmi dari BMKG atau otoritas terkait untuk mendapatkan pembaruan lebih lanjut.
Dikutip dari Tribunnews.com, berikut tindakan mengurangi risiko dampak gempa.
Mitigasi gempa adalah serangkaian tindakan diambil mengurangi risiko dampak gempa bumi yang bisa merusak properti, infrastruktur, dan menyebabkan kerugian manusia.
Ini melibatkan berbagai langkah perlindungan dan pencegahan.
Strategi mitigasi gempa bisa dilakukan oleh individu, komunitas, dan pemerintah:
· Bangunan Tahan Gempa: Membangun atau memperkuat bangunan dengan desain tahan gempa yang memenuhi standar keamanan. Ini melibatkan penggunaan bahan dan teknik konstruksi yang sesuai dengan potensi gempa di daerah tersebut.
· Penyuluhan dan Pendidikan: Edukasi masyarakat tentang perilaku yang aman selama gempa, termasuk cara berlindung di bawah meja atau benda berat lainnya, serta bagaimana menghindari kaca yang pecah dan objek tumpahan lainnya.
· Perencanaan Darurat: Membuat rencana darurat keluarga dan komunitas yang mencakup tempat berkumpul, informasi kontak darurat, dan persediaan makanan dan air yang cukup untuk beberapa hari.
· Pemantauan Gempa: Memasang sistem pemantauan gempa yang canggih untuk mendeteksi gempa bumi dengan cepat dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
· Pembangunan Infrastruktur Kritis: Memastikan bahwa infrastruktur kritis seperti bendungan, jembatan, dan rumah sakit dibangun dengan teknik tahan gempa dan secara rutin diperiksa untuk memastikan keamanannya.
· Pengaturan Zonasi Gempa: Menetapkan peraturan zonasi gempa yang membatasi pembangunan di daerah berisiko tinggi dan memastikan bahwa bangunan di daerah tersebut memenuhi standar tahan gempa yang ketat.
· Pembebasan Lahan dan Retrofit: Membuat kebijakan untuk pembebasan lahan dari bangunan yang tidak dapat diperkuat dan melakukan retrofit pada bangunan yang ada agar memenuhi standar tahan gempa.
· Pemberian Informasi Publik: Menyediakan informasi publik yang jelas dan mudah diakses tentang cara menghadapi gempa, peringatan dini, dan tindakan yang harus diambil setelah gempa terjadi.
· Latihan dan Simulasi: Melakukan latihan evakuasi gempa secara berkala dan simulasi tanggap darurat untuk melatih masyarakat dan petugas penanggulangan bencana.
· Kebijakan Asuransi: Mendorong pemilik rumah dan bisnis untuk memiliki asuransi yang mencakup kerusakan akibat gempa bumi.
· Kolaborasi Internasional: Berkolaborasi dengan negara-negara tetangga untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam mitigasi gempa bumi, terutama jika daerah tersebut berada di zona batasan lempeng tektonik.(*)