Uya Kuya Tekankan Pentingnya Sinergi Bersama Demi Optimalisasi Program MBG
Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga merupakan instr
Apple dilaporkan menghapus lebih dari seratus aplikasi menawarkan layanan seperti ChatGPT dari aplikasi di China.
Penyebab penghapusan lantaran peraturan tentang generative artificial intelligence (AI) mulai berlaku di negara tersebut pertengahan Agustus 2023.
Hapus Aplikasi
Menurut data di platform analitik aplikasi seluler China, Qimai, semua aplikasi tersebut ditarik dari aplikasi iOS di China pada Selasa (1/8/2023).
Spark, sebuah aplikasi yang dikembangkan iFlyTek menyediakan layanan mirip ChatGPT, termasuk aplikasi yang ditarik meskipun aplikasi baru diluncurkan pada tanggal 29 Juni lalu.
Aplikasi lain juga ditarik adalah ChatGAi Plus, menyediakan layanan chatbot, penerjemahan dan penulisan AI, dan menduduki peringkat ke-9 di tangga aplikasi berbayar di aplikasi iOS China sebelum dihapus.
Apple menyebar pengumuman ke para developer aplikasi di China. Raksasa Cupertino itu menyebut akan menghapus aplikasi generative AI sebagai bagian dari kepatuhan terhadap aturan pemerintah setempat.
"Seperti yang kalian ketahui, pemerintah telah memperketat regulasi yang berhubungan dengan teknologi sintesis mendalam (DST) dan layanan generative AI, termasuk ChatGPT," kata Apple dalam surat yang ditujukan ke OpenCat, klien native ChatGPT, dikutip dari TechCrunch, Rabu (2/8/2023).
Apple mendesak para developer mematuhi Ketentuan Administratif tentang Deep Synthesis untuk Layanan Informasi Internet, mulai berlaku pada bulan Januari, termasuk mendapatkan lisensi dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China, memungkinkan mereka menawarkan layanan semacam itu, demikian isi tangkapan layar tersebut.
Terkait dengan dihapusnya ratusan aplikasi mirip ChatGPT di aplikasinya, pihak Apple sendiri belum memberikan komentar apapun, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.
Peraturan AI
Pada Juli lalu, pemerintah China menetapkan beberapa indikator meregulasi generative AI, termasuk penyedia antarmuka pemograman aplikasi (API). Dalam aturan itu, semua layanan berbasis AI di China harus mengantongi lisensi dari pemerintah.
China mengeluarkan peraturan paling awal dan rinci di dunia tentang model generative AI, yang dibuat bersama oleh tujuh regulator China termasuk Cyberspace Administration of China (CAC) dan MIIT.
Peraturan dijadwalkan mulai berlaku pada 15 Agustus ini menargetkan semua layanan konten generative AI, termasuk teks, gambar, audio, dan video.
Peraturan ini mengharuskan perusahaan yang ingin menawarkan produknya kepada masyarakat umum untuk mempromosikan konten yang sehat dan "mematuhi nilai-nilai inti sosialis", serta tidak menghasilkan informasi palsu atau konten apa pun membahayakan keamanan nasional.
Menurut aturan baru, perusahaan harus lulus penilaian keamanan dengan CAC sebelum menghadirkan layanannya ke publik.
Selain itu, mengharuskan perusahaan menghindari diskriminasi apa pun berdasarkan etnis, agama, negara, wilayah, jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan kesehatan, dalam hal desain algoritme dan pemilihan data pelatihan.(*)