Studi: Konsumsi Telur dengan Jumlah Tertentu Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
Para peneliti mengungkapkan fakta menarik mengenai seseorang yang suka mengkonsumsi telur bisa menin
Penjualan kosmetik semakin bebas di pasaran. Karenanya, patut diwaspadai. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis temuan 1.541 produk ilegal di Indonesia sepanjang 2022.
Ada 13 Kosmetik Terpapar Merkuri
Dari produk kosmetik yang menyalahi aturan, paling banyak ditemukan kandungan merkuri. Bahan ini sangat dilarang dalam pembuatan kosmetik ataupun skincare, lantaran bisa memicu risiko kanker kulit.
"Di lapangan BPOM masih saja menemukan produk seperti NH, Natural 99, dan lainnya yang mengandung bahan dilarang seperti merkuri. Padahal pemakaian bahan yang dilarang seperti merkuri untuk kulit sangat berbahaya, bisa menimbulkan efek negatif dan yang terparah adalah kanker kulit," terang BPOM dalam keterangan resminya, Sabtu (1/7/2023).
Ilustrasi kosmetik yang mengandung merkuri. Foto: Istimewa
Ada 13 kosmetik terpapar merkuri, di antaranya:
1. Temulawak New and Day Night
2. CAC Glow
3. Natural 99
4. HN Siang dan Malam
5. SP Special UV Whitening
6. Dr Original Pemutih
7. Super Dr Quality Gold SPF 30
8. Diamond Cream
9. Herbal Plus New Day & Night
10. Ling Zhi Day & Night
11. Sj Sin Jung
12. Tabita
13. Krim Labella
Merkuri
Merkuri merupakan jenis logam berat berbahaya, bila digunakan untuk kosmetik dipakai terus-menerus bisa menyebabkan toksik karena sifatnya tahan urai dan bisa terakumulasi dalam tubuh.
Dikutip dari The United States Environmental Protection Agency, bahaya merkuri bagi kesehatan terbagi berdasarkan umur manusia yang terpapar.
Adapun beberapa bahaya merkuri bagi orang dewasa:
1. Kehilangan penglihatan perifer;
2. Sensasi kesemutan pada tangan, kaki, dan di sekitar mulut;
3. Koordinasi gerak yang menurun;
4. Kemampuan bicara, mendengar, dan berjalan yang menurun;
5. Otot lemah;
Selain itu, adapun beberapa bahaya merkuri secara umum, seperti:
1. Tremor atau gemetaran;
2. Perubahan emosi;
3. Insomnia;
4. Perubahan neuromuskular, seperti lemah otot dan atrofi otot;
5. Sakit kepala;
6. Perubahan respons saraf;
7. Penurunan fungsi mental;
8. Ruam pada kulit;
9. Kehilangan ingatan.