Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Kemenkes Ingatkan Bahaya Penularan Hantavirus dari Tikus dan Lingkungan yang Kotor

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan ke masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Hantavirus yang bisa berasal dari tikus dan juga lingkungan yang kotor. Peringatan bahaya penularan Hantavirus ini tengah menjadi sorotan dunia karena cukup berbahaya bila sudah terinfeksi.

Dikutip dari Kompas.com Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan sumber utama penularan hantavirus berasal dari rodensia atau tikus. Untuk itu masyarakat diharapkan dapat mewaspadai fenomena dan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Di samping kebersihan lingkungan, kita harus betul-betul sadar terkait dengan sumber penularan hantavirus yang infeksinya dari tikus,” kata Andi Saguni.

Menurut Kemenkes, hantavirus dapat menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan bisa terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus dari lingkungan yang terkontaminasi. Karena itu, risiko penularan dinilai lebih tinggi di lingkungan dengan sanitasi buruk atau wilayah yang sering mengalami banjir.

“Risiko itu ada pada daerah-daerah dengan intensitas banjir yang cukup tinggi,” ujar Andi.

Lebih lanjut, Andi juga menyampaikan jika kondisi banjir dapat meningkatkan kontak manusia dengan tikus maupun sekresi yang membawa virus. Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain air banjir karena berisiko memicu penularan berbagai penyakit, termasuk hantavirus dan leptospirosis.

“Ketika terjadi banjir itu jangan malah main-main banjir begitu, seperti kolam renang raksasa katanya, karena sebenarnya itu berisiko untuk terjadinya beberapa penyakit menular,” ungkap Andi.

Kasus hantavirus global bermula dari klaster penyakit pernapasan akut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar lintas Atlantik dan Afrika. Virus yang teridentifikasi adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi.


Artikel Terkait