Kartini Media
Ilustrasi ayah bersama anak perempuan. Foto: Freepik

Hari Ini Perayaan Hari Ibu, Lalu Kapan Perayaan Hari Ayah di Indonesia?

Hari ini 22 Desember diperingati sebagai perayaan Hari Ibu Nasional di Indonesia. Lalu kapankah perayaan Hari Ayah Nasional? Hari Ayah atau Fathers Day diperingati setiap tanggal 12 November.

Meskipun berbeda dengan Hari Ayah Sedunia yang dirayakan pada pekan ketiga Juni oleh lebih dari 75 negara, Hari Ayah Nasional merupakan peringatan yang unik bagi masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia dapat merayakan peran ayah pada Hari Ayah Nasional. Hari itu menjadi sebuah momen khusus untuk merayakan peran penting seorang ayah dalam kehidupan keluarga.

Hari Ayah Nasional pertama kali diperingati pada tahun 2016 di Balai Kota Solo, Jawa Tengah. Peringatan tersebut melibatkan berbagai organisasi lintas agama dan budaya, yang bersepakat untuk menetapkan tanggal 12 November sebagai Hari Ayah Nasional. 

Hari Ayah Nasional dan Sejarahnya

Meski diperingati secara nasional, namun Hari Ayah di Indonesia bukanlah sebuah hari libur nasional, melainkan hanya sekadar peringatan biasa.

Hari Ayah di Indonesia tidak lahir begitu saja. Peringatan Hari Ayah Nasional ini bermula saat PPIP (Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi) menyelenggarakan Lomba Menulis Surat untuk Ibu pada tahun 2014 sebagai bagian dari perayaan Hari Ibu. Acara ini mendapat respons positif dengan terkumpulnya sekitar 70 surat terbaik yang direncanakan untuk dibukukan.

Setelah lomba selesai, panitia terkejut dengan banyaknya pertanyaan dari peserta tentang kapan Hari Ayah diperingati, karena mereka ingin kembali berpartisipasi dalam lomba serupa. Pertanyaan ini mendorong PPIP untuk mencari informasi mengenai Hari Ayah di Indonesia. 

Pada saat itu, belum ada hari nasional yang secara khusus ditetapkan untuk memperingati ayah, meskipun peran ayah sangat penting dalam membentuk karakter keluarga, selain peran ibu.

Mengutip laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, PPIP melakukan berbagai upaya, termasuk audiensi dengan DPRD Kota Surakarta, untuk menanyakan keberadaan Hari Ayah di Indonesia. 

Mereka juga bertanya apakah sebuah lembaga atau individu boleh menetapkan Hari Ayah jika belum ada penetapan resmi. Namun, PPIP tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Setelah melalui kajian mendalam, pada 12 November, PPIP mendeklarasikan Hari Ayah Nasional dengan semboyan “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya.” Deklarasi ini juga dilakukan serentak di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. 

Dalam acara tersebut, PPIP meluncurkan buku Kenangan untuk Ayah, yang memuat 100 surat terbaik dari Lomba Menulis Surat untuk Ayah. Deklarasi ditutup dengan prosesi sungkeman kepada para ayah, menciptakan suasana haru di antara peserta.(*)

Artikel Terkait