Kartini Media
India berupaya atasi wabah virus Nipah. Foto: AFP

Kasus Virus Nipah Muncul di India, 2 Korban Meninggal Dunia

Dua warga India meninggal dunia akibat terinfeksi virus Nipah. Virus ini membetot perhatian publik. Pemerintah setempat menjalani tes kepada lebih dari 700 orang. Diketahui 153 orang jalani tes di antaranya adalah para pekerja kesehatan untuk menghindari adanya penyebaran penyakit dari orang yang melakukan kontak dan terinfeksi.

Dikutip dari bbc.com, negara bagian Kerala di India Selatan meningkatkan pemeriksaan dan penelusuran kontak. Semua kasus dilaporkan di Distrik Kozhikode di Kerala Utara.

Salah satu kasus kematian terjadi pada awal bulan ini, sementara yang lainnya terjadi pada 30 Agustus.

Sekolah-sekolah dan kantor-kantor di sebagian negara bagian terdampak telah ditutup seiring upaya otoritas setempat menghentikan penyebarannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jika tingkat kematian akibat dari virus nipah berkisar antara 40 hingga 75 persen. Infeksi virus ini masuk dalam daftar penyakit prioritas karena potensi dari epideminya.

Mengenal Virus Nipah

Menurut WHO, infeksi virus Nipah adalah "penyakit zoonosis" ditularkan dari hewan seperti babi dan kelelawar buah ke manusia.

Virus ini bisa ditularkan melalui makanan terkontaminasi, dan melalui kontak dengan orang terinfeksi. Wabahnya terjadi hampir setiap tahun di beberapa negara Asia, terutama Bangladesh dan India.

Virus Nipah masuk dalam daftar WHO bersama dengan Ebola, Zika, dan Covid-19 sebagai salah satu dari beberapa penyakit layak mendapatkan prioritas penelitian karena potensinya bisa menyebabkan epidemi global.

Ini adalah wabah Nipah keempat dalam lima tahun terakhir di Kerala, pemeriksaan kelelawar telah dilakukan di negara bagian tersebut.

Gejala Terkena Virus Nipah

Gejala virus Nipah pada manusia mulai dari tidak bergejala hingga infeksi saluran pernapasan akut (ringan, berat), sampai ensefalitis (pembengkakan otak) yang fatal.

Orang terinfeksi sering kali mengalami gejala-gejala meliputi demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan sakit tenggorokan.

Hal ini bisa diikuti dengan pusing, mengantuk, kesadaran berubah, dan tanda-tanda neurologis mengindikasikan radang otak (Ensefalitis) akut.

Masa inkubasi (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) diyakini berkisar antara empat hingga 14 hari. Namun, kasus masa inkubasi selama 45 hari pernah terjadi.

Sejauh ini, belum ada vaksin atau pengobatannya. Penanganannya masih terbatas mengatasi gejala dan perawatan intensif.

Cara Menjaga Diri Dari Virus Nipah

Dikutip dari IndiaToday.in, Dr. Anurag Aggarwal, dari Rumah Sakit Fortis Escorts, Faridabad, membagikan langkah-langkah pencegahan.

1. Menghindari kontak dekat

Jauhi orang terinfeksi, terutama mereka menunjukkan gejala, dan hindari kontak dekat dengan cairan tubuh mereka.

2. Menjaga kebersihan

Mempraktikkan kebersihan tangan yang baik dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air membantu mengurangi risiko infeksi.

3. Hindari kelelawar buah

Virus Nipah sering ditularkan melalui kelelawar buah. Hindari kontak dengan mereka dan jangan mengonsumsi buah-buahan yang mungkin telah terkontaminasi oleh air liur atau air kencing kelelawar.

4. Tindakan karantina

Mengidentifikasi dan mengisolasi kasus dicurigai dengan cepat bisa membantu mencegah penyebaran virus di masyarakat.

5. Kesadaran

Tetap terinformasi tentang wabah di wilayah dan ikuti pedoman kesehatan masyarakat.

6. Alat pelindung diri

Petugas kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai saat merawat orang terinfeksi.

Di Mana Wabah Nipah Sebelumnya?

Wabah Nipah pertama menewaskan lebih dari 100 orang di Malaysia dan mendorong pemusnahan satu juta ekor babi sebagai upaya membasmi virus tersebut. Virus ini dinamai sesuai dengan nama desa tempat virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999.

Virus ini menyebar ke Singapura. Di negara ini terdapat 11 kasus, dan satu kematian di antara para pekerja rumah jagal bersentuhan dengan babi-babi diimpor dari Malaysia.

Bangladesh mengalami wabah ini dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 100 orang meninggal akibat Nipah sejak 2001.

Secara berkala, penyakit ini terdeteksi di India, dan ini adalah wabah keempat di Kerala sejak tahun 2018. Negara bagian ini telah berhasil membasmi wabah sebelumnya dalam hitungan minggu melalui tes luas dan isolasi ketat terhadap mereka yang pernah melakukan kontak dengan pasien.

Tempat-tempat lain yang berisiko terinfeksi termasuk Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand.

Menurut WHO, karena bukti-bukti virus telah ditemukan pada kelelawar di negara-negara ini.(*)

Artikel Terkait