Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Meta, perusahaan induk Facebook, memberhentikan sekitar 21 ribu karyawan di seluruh dunia.
Putaran pertama pemutusan hubungan kerja (PHK) diumumkan tahun 2022, ketika 11 ribu karyawan kehilangan pekerjaan mereka.
Para karyawan mengira bahwa proses PHK mengerikan telah berakhir. Nyatanya, ada putaran kedua PHK, berdampak pada 10 ribu karyawan, diumumkan bulan Maret tahun ini.
Namun, bulan Maret, hanya 4 ribu orang mendapatkan pemberitahuan PHK. Sisanya, 6 ribu karyawan mengetahui PHK mereka bulan lalu.
Sejak PHK terbaru Meta diberlakukan, para karyawan berbagi cerita mereka di media sosial.
Dikutip dari IndiaToday.in, salah satu mantan karyawan Meta menggunakan platform pencarian kerja baru-baru ini mengatakan bahwa PHK yang dialaminya sama sekali tidak didasarkan pada kinerja karena ia memiliki sejarah 'melebihi ekspektasi dalam setiap siklus peninjauan'.
Mantan karyawan Meta itu mengatakan bahwa PHK tidak didasarkan pada kinerja. Selain itu, mantan eksekutif Meta juga mengatakan bahwa di-PHK membuat hidup tidak tenang dan 'bukan tempat yang menyenangkan'.
Postingannya di LinkedIn berjudul, "Saya termasuk PHK Meta bulan lalu”.
Karyawan Tidak Senang dengan CEO Meta
Awal bulan ini, sebuah laporan Wall Street Journal mengatakan bahwa berdasarkan survei internal, mayoritas karyawan Meta tidak puas dengan Zuckerberg. Hanya 26 persen karyawan yakin dengan kepemimpinannya.
Sebelumnya, survei dilakukan sebelum putaran PHK Meta dilakukan bulan Mei tahun ini. Hasil survei, 43 persen karyawan mengatakan bahwa mereka merasa 'dihargai' di perusahaan.
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa semangat kerja karyawan terpukul oleh PHK massal yang dilakukan di perusahaan.(*)