MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Saat berbincang dengan Melaney Ricardo, Lulu Tobing mengungkapkan dirinya menganut gaya hidup slow living. Perempuan yang pernah mengikuti ajang pemilihan GADIS Sampul tersebut hanya ingin menikmati kehidupannya sehingga menerapkan gaya living slow dalam kesehariannya.
"Gue enggak ada kerjaan ya gue nikmatin kehidupan gue yang sekarang ini. Gue gak jadi sirik sama orang-orang yang masih dipuja-puja," ujar Lulu Tobing dikutip dari kanal YouTube Melaney Ricardo.
Lebih jauh Lulu Tobing mengatakan bahwa dirinya menjalani hidup dengan sangat santai (slow). Bahkan, tidak merasa kompetitif apalagi ambisius dalam menjalani kehidupan.
"Gue benar-benar hidup gue slow banget deh. Gue enggak kompetitif, gue enggak ambisius. Gue slow, slow banget," kata Lulu Tobing.
Lulu Tobing menjelaskan bahwa dirinya menerapkan kebiasaan bersyukur dan tidak pernah berpikir harus memiliki lebih dari apa yang sudah ia miliki.
"Gue jadi menganggap hidup itu indah kalau kita enggak lupa bersyukur. Kita nikmati. Kita enggak bikin berat. Ya, segitu ceteknya aja," kata Lulu Tobing.
"Gue mungkin orang yang dari awal berkarier sampai sekarang, gue gak mikirin pengen punya lebih. Jadi budak duniawi. Maaf ya," lanjut Lulu Tobing.
Istilah slow living yang diucapkan Lulu Tobing naik daun. Warganet di media sosial Twitter ramai membahas dengan pendapat masing-masing.
Adalah akun Twitter @RyuDeka mengunggah cuplikan video singkat berisi obrolan Lulu Tobing dan Melaney Ricardo.
Perbincangan antara keduanya membahas slow living ala Lulu Tobing.
"Lulu Tobing adalah wakil dari kami para penganut indahnya 'Slow Living' yang tidak punya ambisi berlebih dalam hidup," ujar Ryu dalam Twitter miliknya.
Postingan dikomentari warganet, ada yang menyampaikan bahwa tidak bisa menjalani gaya hidup slow living seperti Lulu Tobing.
Ada juga berkomentar bahwa slow living diterapkan ketika sudah memiliki banyak uang dan tidak punya tanggungan.
Selain itu, sebagian warganet lainnya merasa ada banyak menyalahartikan tentang slow living ala Lulu Tobing.
Lantas, apa itu slow living?
Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa gaya hidup ini berkaitan dengan 'menikmati proses' dalam hidup.
"Slow living itu adalah gaya hidup dimana orang kembali fokus pada proses alam atau lingkungan. Dia tidak lagi asal jadi asal dapat. Jadi dia betul-betul mengikuti dan menikmati prosesnya," ucap Sari dikutip dari detik.com.
"Jadi slow living itu kembali mendekat pada alam kembali menikmati proses hingga bisa mengurangi teknologi, kalau dalam psikologi mirip dengan mindfulness," sambungnya.
Gaya hidup slow living dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jiwa. Menurutnya gaya hidup ini bisa membuat seseorang lebih menghargai diri sendiri.
Kelebihan dan kekurangan slow living
Beberapa kelebihan slow living adalah adanya kualitas hidup lebih baik, kesehatan lebih baik, penghematan, hingga hidup berkelanjutan dari segala sisi.
Namun, ada juga kekurangan dan tantangan slow living. Slow living mungkin tidak mudah diimplementasikan dalam budaya cenderung terburu-buru dan fokus pada produktivitas.(*)