Tubuh Sering Kelelahan? Jangan Diabaikan, Ini Dampak Buruknya
Salah satu penyebab dari seluruh tanda tersebut adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas saat m
Memilih produk skincare untuk kulit wajah berminyak memang tidak bisa sembarangan. Produksi sebum yang berlebih bisa memicu munculnya jerawat pada wajah untuk itu perlu dilakukan penangangan ekstra seperti tips berikut ini!
Mengutip laporan dari Real Simple sejumlah ahli kulit menegaskan bahwa kunci merawat kulit berminyak bukanlah menghilangkan minyak sepenuhnya, melainkan menyeimbangkan produksi sebum sambil menjaga skin barrier tetap sehat.
Kulit berminyak terjadi karena produksi sebum berlebih oleh kelenjar sebasea, menyebabkan wajah mengilap, pori-pori besar, dan rentan jerawat/komedo. Faktor penyebabnya meliputi genetik, perubahan hormon, cuaca panas, hingga salah dalam produk skincare.
Berikut ini adal dela[an aturan penting merawat kulit berminyak menurut para ahli, seperti dilansir dari Real Simple.
1.Gunakan pembersih wajah dengan pH seimbang
Membersihkan wajah dua kali sehari adalah langkah penting bagi pemilik kulit berminyak. Namun, terlalu sering mencuci muka justru bisa memperburuk kondisi.
“Meski membersihkan kulit berminyak itu penting, mencuci wajah secara berlebihan dapat menghilangkan minyak alami kulit dan memicu produksi sebum lebih banyak sebagai bentuk kompensasi,” ujar Celebrity esthetician dan co-host Beauty Curious Podcast, Ian Michael Crumm.
Ia merekomendasikan pembersih berbasis gel dengan pH seimbang, karena mampu membersihkan minyak tanpa merusak lapisan pelindung kulit.
2.Tambahkan retinol dalam rutinitas skincare
Retinol tidak hanya dikenal sebagai bahan anti-aging, tetapi juga efektif membantu mengatasi kulit berminyak dan rentan jerawat. “Tretinoin atau retinol dapat mengatur regenerasi sel kulit di pori-pori sehingga membantu mencegah penyumbatan dan jerawat,” kata Dokter kulit bersertifikat di Boston, Dr Catherine DiGiorgio.
Saat pori-pori tetap bersih, produksi minyak pun cenderung lebih terkendali. Bagi pemula, retinol sebaiknya digunakan secara bertahap, misalnya dua hingga tiga kali seminggu, agar kulit dapat beradaptasi.
3. Tetap gunakan pelembab berbasis gel
Salah satu kesalahan terbesar pemilik kulit berminyak adalah melewatkan pelembab. Padahal, kulit yang kekurangan hidrasi akan mengirim sinyal ke kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak sebum.
“Banyak orang menghindari pelembap karena takut kulit makin berminyak. Padahal, melewatkan hidrasi justru bisa meningkatkan produksi minyak,” ujar Crumm.
Pilih pelembab berbasis gel atau air dengan kandungan seperti hyaluronic acid atau gliserin yang memberi kelembapan ringan tanpa terasa berat.
4. Gunakan sunscreen ringan setiap hari
Tabir surya tetap wajib dipakai, bahkan untuk kulit berminyak. Kini banyak sunscreen dengan tekstur ringan berbasis gel atau water-based yang cepat menyerap tanpa meninggalkan rasa lengket. Pilih produk berlabel non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori. Selain melindungi dari sinar UV, sunscreen membantu mencegah kerusakan skin barrier yang bisa memperburuk produksi minyak.
5. Tambahkan niacinamide dalam skincare routine
Niacinamide atau vitamin B3 menjadi salah satu bahan aktif favorit dermatolog untuk kulit berminyak. Menurut Crumm, bahan ini efektif mengurangi produksi minyak sekaligus memperkuat skin barrier.
“Niacinamide membantu mengecilkan tampilan pori dan memperhalus tekstur kulit,” terang dia.
6. Eksfoliasi dengan enzim seminggu sekali
Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori. Dr. DiGiorgio menyarankan eksfoliasi berbasis enzim satu hingga dua kali seminggu. Jenis eksfoliasi ini lebih lembut dibanding scrub fisik sehingga minim risiko iritasi. Jika dilakukan rutin, kulit tampak lebih halus dan minyak berlebih lebih terkontrol.
7. Gunakan masker clay atau charcoal
Saat kulit terasa sangat berminyak, masker berbahan clay atau charcoal bisa menjadi penyelamat. Masker ini membantu menyerap minyak berlebih, membersihkan pori-pori, dan mengurangi tampilan kilap. Cukup gunakan satu hingga dua kali seminggu agar kulit tidak menjadi terlalu kering.
8. Jangan takut memakai facial oil tertentu
Meski terdengar kontradiktif, beberapa jenis minyak justru bisa membantu menyeimbangkan kulit berminyak. “Minyak seperti jojoba dan hemp seed membantu menyeimbangkan produksi minyak karena strukturnya menyerupai sebum alami kulit,” tutur Dr Helen M. Torok selaku dokter kulit sekaligus co-founder HH Science.
Dengan begitu, kulit tidak merasa perlu memproduksi minyak berlebihan. Namun, pastikan memilih minyak non-komedogenik agar tidak memicu jerawat.
Merawat kulit berminyak membutuhkan pendekatan yang seimbang. Bukan dengan menghilangkan minyak sepenuhnya, melainkan menjaga kulit tetap bersih, terhidrasi, dan terlindungi agar produksi sebum tetap terkontrol.