Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

JFW 2027 dan Naiknya Serat Viscose serta Lyocell dalam Rancangan Jenama Lokal

 

Jakarta Fashion Week (JFW) kembali menjadi panggung bagi desainer dan jenama lokal untuk memamerkan koleksi musim mendatang. Pada gelaran JFW 2027, material serat selulosa regenerasi, yakni viscose dan lyocell disebut menjadi salah satu fokus eksplorasi tiga jenama lokal.

Dikutip dari Kompas.com tiga label Indonesia menempatkan material berbasis selulosa sebagai pusat eksplorasi untuk merangkai busana yang nyaman sekaligus relevan bagi kebutuhan modern. 

Viscose dan lyocell sama-sama berasal dari selulosa tumbuhan, umumnya kayu, yang diproses menjadi serat. Perbedaannya ada pada proses produksi dan karakter kain. Viscose dikenal jatuh dan lembut, sementara lyocell cenderung lebih kuat saat basah, halus, dan menyerap keringat dengan baik. Karena sifat itu, keduanya populer untuk gaun, kemeja, hingga pakaian modest wear.

Beberapa tahun terakhir, produsen serat di Indonesia aktif dengan menggandeng desainer di JFW. Menurut rilis Asia Pacific Rayon (APR), perusahaan serat viscose-rayon asal Riau, pada Juli 2026 pihaknya bermitra dengan desainer Toton Januar untuk koleksi TOTON 2027: KALA yang terdiri atas 10 tampilan berbahan viscose dan lyocell, terinspirasi mitologi Jawa dan Bali.

Bagi desainer, material ini membuka peluang eksplorasi siluet dan gerak kain. Bagi industri, pemakaian serat selulosa regenerasi sering dikaitkan dengan isu keberlanjutan, meski dampak lingkungannya bergantung pada sumber bahan baku dan proses produksi.

Para pengamat menilai konsumen perlu melihat sertifikasi dan keterbukaan rantai pasok, bukan sekadar klaim "ramah lingkungan".

Untuk pembeli, perawatan serat ini berbeda dari katun. Viscose cenderung mudah kusut dan menyusut bila dicuci air panas, sementara lyocell lebih stabil. Membaca label perawatan sangat dianjurkan.

 

Artikel Terkait