Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Label "Zero Sugar" Bukan Jaminan Sehat, Kemenkes Ajak Konsumen Cermat Membaca Kemasan

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap produk berlabel low sugar atau zero sugar pasti lebih sehat. Imbauan ini muncul di tengah polemik pemanis Beeru Stevia yang ramai diperbincangkan setelah hasil uji mandiri influencer Dokter Detektif beredar luas.

Dikutip dari kumparan.com Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan pemanis pengganti gula bukan solusi utama untuk mengendalikan berat badan dalam jangka panjang. Konsumen diminta memperhatikan komposisi dan informasi nilai gizi, bukan hanya klaim di bagian depan kemasan.

Kemenkes juga mengingatkan batas konsumsi gula harian, yakni maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per orang per hari. Angka ini dihitung dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi, bukan hanya gula yang ditambahkan sendiri. Artinya, gula dari minuman kemasan, saus, dan makanan olahan turut masuk hitungan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan sukralosa adalah pemanis non-gula dengan tingkat kemanisan sekitar 600 kali gula pasir, sehingga hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil dan dipakai untuk mengurangi penambahan gula pada produk.

Kemenkes menegaskan belum dapat menilai keamanan Beeru Stevia sebelum ada hasil pengujian resmi BPOM.

Selain imbauan membaca label, Kemenkes menyinggung kebijakan pelabelan Nutri-Level untuk pangan olahan siap saji, khususnya minuman siap saji. Menurut Aji, Nutri-Level memakai kategori A, B, C, dan D yang ditandai huruf dan warna untuk menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.

Bagi konsumen, ada beberapa langkah praktis. Baca daftar bahan dan tabel informasi nilai gizi, lalu cek jenis pemanis yang digunakan. Perhatikan takaran saji, karena klaim rendah kalori bergantung pada ukuran porsi.

Bandingkan dengan produk lain dan jangan menjadikan label sebagai satu-satunya pertimbangan. Penderita diabetes atau kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengganti gula dengan pemanis.

 

Artikel Terkait