Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Vitamin B6 Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh

 

 

Vitamin B6 atau piridoksin kerap luput dari perhatian dibandingkan vitamin C atau vitamin D. Padahal, vitamin larut air ini berperan dalam ratusan reaksi kimia di dalam tubuh.

Melansir dari Kompas.com menurut angka kecukupan gizi yang umum dipakai, orang dewasa usia 19 sampai 50 tahun membutuhkan sekitar 1,3 miligram per hari, dan kebutuhan sedikit meningkat pada usia lanjut serta masa kehamilan dan menyusui. Sebagian besar orang yang makan seimbang sudah mencukupi kebutuhan ini.

Berikut ada sejumlah manfaat utama dan hal yang perlu diperhatikan agar setelah dikonsumsinya bisa efektif

1.Membantu metabolism tubuh
Vitamin B6 mengandung
protein, karbohidrat, dan lemak sehingga tubuh dapat mengolah makanan menjadi energi.

2.Berperan dalam pembentukan neurotransmiter
B6 yang mengandung serotonin dan dopamine berkaitan dengan peningkatan suasana hati dan fungsi saraf.

3.Membantu pembentukan hemoglobin
Protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen. Kekurangan vitamin B6 dapat berkaitan dengan jenis anemia tertentu.

4.Mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh
Vitamin ini terlibat dalam produksi sel imun dan antibodi. Kelima, pada sebagian ibu hamil, vitamin B6 dipakai untuk membantu meredakan mual. Namun, penggunaannya harus atas anjuran tenaga kesehatan.

Sumber alami vitamin B6 cukup mudah ditemukan, antara lain daging ayam, ikan seperti tuna dan salmon, hati, kentang, pisang, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

Kekurangan vitamin B6 lebih berisiko pada orang dengan gangguan penyerapan, penyakit ginjal, pecandu alkohol, atau pengguna obat tertentu. Gejalanya dapat berupa ruam, sariawan, lesu, kebingungan, dan kesemutan.

Perlu diingat, lebih banyak tidak selalu lebih baik. Konsumsi suplemen dosis tinggi dalam jangka panjang, misalnya di atas batas atas aman sekitar 100 miligram per hari untuk orang dewasa, dapat menimbulkan kerusakan saraf tepi dengan gejala kesemutan dan mati rasa. Karena itu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen, dan utamakan pemenuhan gizi dari makanan.

 

 

Artikel Terkait